Jokowi: Tak Ada Lagi Orang Punya Tanah tapi Enggak Punya Sertifikat

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 09 November 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 470 2306711 jokowi-tak-ada-lagi-orang-punya-tanah-tapi-enggak-punya-sertifikat-TiusQzKQqt.jpg Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan sertifikat tanah secara virtual. Jumlah setifikat yang dibagikan hari ini mencapai satu juta sertifikat.

“Dalam rangka bulan bakti agraria dan tata ruang, hari ini saya akan membagikan satu juta sertifikat tanah kepada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten dan kota. Satu juta, hari ini satu juta,” katanya di Istana Negara, Senin (9/10/2020).

Baca Juga: Seluruh Rumah Ibadah Punya Sertifikat Tahun Depan

Dia mengatakan, total luas bidang yang sduah terbit sertifikatnya sekitar 18,9 juta bidang atau 5,3 juta hektare. Dia pun ingin agar seluruh tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada tahun 2025.

“Target kita itu di 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia ini harus sudah bersertifikat. Insya Allah sudah bersertifikat. Ngga ada lagi orang punya tanah tapi ngga punya sertifikat. Harus, 2025. Termasuk sertifikat untuk tempat ibadah. Semuanya harus. Untuk masjid, gereja, pura, semuanya sudah harus bersertifikat,” ungkapnya.

Baca Juga: Properti Mulai Menggeliat, Pendapatan Lippo Cikarang Naik 50,1%

Pada kesempatan itu Jokowi menyebut sering membagikan sertifikat secara langsung. Dimana jumlahnya mencapai 2,4 juta sertifikat dalam waktu lima tahun.

“Pokoknya setiap saya ke daerah sertifikat bagiin, entah 5 ribu, 7 ribu, 10 ribu pernah, 12 ribu pernah. Bagi. Dan saya selalu minta diangkat karena saya pengin ngerti (ingin tahu) sertifikatnya sudah dipegang belum oleh rakyat. Saya hitung, sudah 2,4 juta. Saya bagikan langsung. Yang lain-lain yang bagikan pak menteri, ada kanwil, ada kepala kantor kabupaten/kota,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan seluruh lahan rumah ibadah di wilayah setempat memperoleh sertifikat pada 2021 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

"Ketika mereka ingin memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), harus ada alas hak terlebih dahulu, yakni sertifikat. Untuk itu rumah ibadah akan dibuatkan sertifikat sebagai alas hak yang jelas," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar.

Anwar mengatakan saat ini ada 898 rumah ibadah yang digunakan umat Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik di Jakarta Timur berdiri pada lahan yang belum bersertifikat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini