Orang Kaya Tahan Belanja, Bos BCA Sebut Kredit Masih Lemah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 320 2307310 orang-kaya-tahan-belanja-bos-bca-sebut-kredit-masih-lemah-7Q7fzvw7pq.jpg Presdir BCA Jahja Setiaatmadja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mencatat, permintaan kredit masih belum stabil. Hal ini dikarenakan pengeluaran atau belanja kelompok menengah atas belum terlalu agresif.

Baca Juga: 4,5 Juta UMKM Nikmati KUR Rp148,38 Triliun

Dengan kata lain, kelompok menengah atas masih menahan laju belanja, sementara kalangan menengah ke bawah masih mengalami stagnasi. Dengan demikian, hal ini menyebabkan melambatnya permintaan kredit di perbankan. Padahal, intensitas belanja masyarakat sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Credit card lebih parah lagi, masih utama kalau belanja kendaraan drop 22% artinya apa, tidak ada suatu pencairan dana dari orang yang mampu belanja, padahal bisa dorong ekonomi," katanya, Selasa (10/11/2020).

Dalam catatan BCA, pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih terganggu. Di mana, per September 2020 nilai KPR yang diperoleh emiten hanya mencapai Rp1 triliun. Padahal, pada kondisi normal manajemen bisa mengantongi nilai sebesar Rp2,5 triliun

"Karena Covid-19 pertumbuhan kredit terganggu, biasanya kita lepas KPR di zaman normal bisa Rp2,5 triliun, saat ini Rp1 triliun," ujarnya.

Sementara itu, nilai kredit baru kendaraan bermotor (KKB) hanya menyentuh angka Rp90 miliar pada April 2020. Nilai kredit KKB mengalami penurunan signifikan, padahal sebelum pandemi bisa mencapai Rp2,5 triliun. Sedangkan pelunasan yang dibayarkan Rp2 triliun.

"Kejadian-kejadian ini betul-betul buat negatif carry, tapi kami tetap berusaha lepaskan kredit. Namun, pengembalian pinjaman itu kurangi outstanding balance yang terjadi di bank, ini perlu penjelasan jelas agar tahu betapa sulitnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini