Polisi Tak Ingin Ketinggalan Jualan Tanaman Hias, Untungnya Enggak Main-Main

Haryanto, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 455 2307275 polisi-tak-ingin-ketinggalan-jualan-tanaman-hias-untungnya-enggak-main-main-3Mf8SWOmuJ.jpg Kaktus (Foto: Okezone)

PANGKALPINANG - Beragam jenis tanaman hias diburu oleh masyarakat. Minat terhadap tanaman hias ini naik selama pandemi covid-19. Hal ini tentu menjadi berkah tersendiri untuk para penjual tanaman hias. Sebab, permintaan yang meningkat membuat harga jual tanaman hias meroket.

Setelah tanaman janda bolong dan lidah mertua, kini tanaman hias jenis kaktus mini mendadak viral dan jadi primadona. Bentuknya yang mungil dengan beragam ukuran dan warna membuat kaktus kini jadi rebutan. Baik untuk memperhias taman ataupun ruangan rumah.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lohan Lagi Hits, Rekening PNS Ini 'Gendut'

Tak kalah dengan tanaman hias lainnya, kaktus juga jadi primadona di saat kondisi pandemi covid-19. Banyak yang mengoleksinya hanya sekedar hobi dan melepas kejenuhan.

Namun ada pula yang ikut membudidayakannya untuk dikoleksi sendiri. Bentuknya yang mungil nan unik menjadi alasan kaktus banyak dicari. Seperti yang dilakukan Arifin, Seorang Anggota polisi di Pangkalpinang memanfaatkan waktu luang sepulang kerja untuk tanaman hiasnya.

Arifin menyulap ruang kosong di atas rumahnya untuk membudidaya tanaman kaktus. Dengan telaten Arifin menyemai biji kaktus hingga tumbuh menjadi kaktus mini nan unik.

Awalnya, perwira berpangkat AKBP ini melakukannya hanya sekedar hobi untuk dikoleksi pribadi. Namun karena postingannya di media sosial membuat banyak minat orang untuk membeli.

Sama seperti tanaman hias lainnya, tanaman ini juga membuka peluang bisnis menjanjikan di tengah situasi pandemi. Anggota Polda Bangka Belitung ini telah memiliki ratusan kaktus dengan berbagai jenis yang mungil dan unik.

Tak jarang Arifin harus melayanani pembeli dari luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya. Pembeli yang datang langsung kerumahnya pun silih berganti.

Dari hobinya ini, tak jarang arifin mendapat keuntungan juta rupiah. Sementara nilai dijualnya mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Kisaran harga sesuai dengan diameter dan jenis warna. Semakin besar ukuran serta keunikan warna semakin tinggi pula nilai jualnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini