Booming Bisnis Tanaman Hias, Hitung Dulu Modalnya agar Tak Buntung

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 455 2307341 booming-bisnis-tanaman-hias-hitung-dulu-modalnya-agar-tak-buntung-Qi3G3nCjcF.jpg Tanaman Hias (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tren tanaman hias membuat harga beberapa jenis meroket. Selama pandemi covid-19, hobi tanaman hias sedang digandrungi oleh sebagian orang.

Sebut saja tanaman janda bolong, lidah mertua hingga kuping gajah. Lalu, ketika Anda baru mau mencoba peruntungan ke bisnis jual beli tanaman hias sekarang, apakah masih menguntungkan?

Baca Juga: Polisi Tak Ingin Ketinggalan Jualan Tanaman Hias, Untungnya Enggak Main-Main

Tentu saja sebelum memulai usaha, yang paling utama adalah memikirkan besaran jumlah modal awal.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menilai jika Anda memang akan meneguhkan hati untuk berdagang tanaman hias, sebaiknya tak menggelontorkan uang terlalu banyak dahulu.

Kata dia, maksimal modal awal membuat usaha adalah keluarkan 30% dari dana yang Anda miliki.

"Maka untuk modal awalnya cukup mengucurkan maksimal 30% dulu dari uang yang kita miliki," kata Andy kepada Okezone, Selasa (10/11/2020).

 Menurut dia, usaha tanaman hias itu merupakan bisnis musiman, sehingga dirinya tak menganjurkan untuk menggelontorkan modal usaha yang terlalu besar. Sehingga, jika modalnya yang dikeluarkan tak besar, maka risiko kerugian pun tak signifikan.

"Boleh aja bila kita hendak berinvestasi di tanaman-tanaman yang saat ini sedang menjadi tren, namun harus diingat bahwa investasi itu hanya merupakan tren musiman yang bisa dengan cepat berakhir," ujarnya.

Dia menambahkan, bila sudah memberikan hasil dan berputar modalnya, maka Anda harus meningkatkan modal untuk membeli stok barang yang dicari oleh konsumen.

"Baru deh bisa ditingkatkan sampai 50%. Sebaiknya modalnya yang dikucurkan tidak lebih dari itu, mengingat tren ini sudah berjalan selama beberapa lama sehingga ada kemungkinan akan segera berakhir. Jadi kita tidak mengalami stok yang macet tidak terjual," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini