WFH karena Pandemi Pukul Properti Segmen Sewa-menyewa

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 470 2308530 wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa-p0QAKgwQpX.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan hampir semua sektor mengalami penurunan penjualan, termasuk sektor properti.

Di sektor properti permintaan turun drastis ketika pandemi. Sebab, orang-orang yang biasanya menyewa kontrakan dekat kantor kini bisa bekerja dari rumah.

Baca juga: Penjualan Properti untuk Semua Tipe Rumah Mengalami Penurunan

"Maka permintaan properti, seperti penjualan rumah, persewaan, dan lainnya turun tajam," kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/11/2020)

 Sebenarnya jika perekonomian sudah berjalan baik dan normal, maka permintaan sektor properti akan membaik dengan sendirinya.

"Pemerintah sebenarnya cukup fokus untuk menyelesaikan permasalahan pandemi, maka sektor properti akan mengikuti," katanya.

Jikapun diberikan insentif ke sektor properti namun nampaknya akan percuma karena penurunan permintaan bukan dari harga namun memang orang-orang tidak terlalu membutuhkan properti saat ini.

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat, pada triwulan IIl-2020 pengembang masih mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan proyek perumahan. Di mana, dengan persentase sebesar 66,87% terhadap modal perusahaan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan sumber pembiayaan properti berikutnya yang digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen dengan proporsi masing-masing 22,17% dan 8,56% dan total modal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini