Share

Ramai Pelarangan Minol, Pemprov DKI Tambah Porsi Saham DLTA Jadi 58,33%

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 278 2308927 ramai-pelarangan-minol-pemprov-dki-tambah-porsi-saham-dlta-jadi-58-33-EnfjLMHBhR.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah porsi saham pada produsen minuman beralkohol, yaitu PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) . Hal ini dilakukan di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) pelarangan minuman beralkohol.

Dari keterbukaan informasi, Jakarta, Jumat (13/11/2020), Pemda DKI Jakarta menambah jumlah kepemilikan saham sebesar 256,86 juta lembar atau 32,08%. Hal ini membuat, Pemda Jakarta memiliki jumlah saham 467,06 juta lembar atau dengan porsi 58,33%.

 Baca juga: RUU Larangan Minuman Alkohol Dibahas, Saham DLTA dan MLBI Anjlok

Penambahan porsi saham ini mengambil kepemilikan perusahaan asal Malaysia, yaitu San Miguel Malaysia (L) PTE. LTD. Di mana, San Miguel awalnya memiliki saham sebesar 467,06 juta atau 58,33%, menjadi 210,2 juta lembar atau 26,25%.

Kepemilikan saham oleh dierksi masih tetap nihil. Sedangkan kepemilikan saham di masyarakat masih berjumlah 15,41% atau 123,4 juta lembar.

 Baca juga: RUU Minuman Alkohol, Produksi hingga Menjual Terancam Denda Rp1 Miliar

Pengumuman tersebut diupload di website resmi BEI pada tanggal 9 November 2020. Sehari sebelum RUU Larangan Minuman Beralkohol masuk ke dalam pembahasan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Sebelumnya, Dalam draf RUU yang diterima Okezone, apabila regulasi itu disahkan menjadi Undang-Undang (UU) akan ada ancaman pidana bagi yang memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual minuman beralkohol.

Tak tanggung-tanggung hukuman maksimalnya yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. Aturan itu tercantum pada BAB VI bagian Ketentuan Pidana.

Ada pun penjelasan klasifikasi larangan minuman beralkohol itu tercantum pada BAB II bagian Klasifikasi. Berikut penjelasan yang dilansir Okezone:

BAB II

 

KLASIFIKASI

Pasal 4

(1) Minuman Beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman Beralkohol golongan A adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);

b. Minuman Beralkohol golongan B adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan

c. Minuman Beralkohol golongan C adalah Minuman Beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).

(2) Selain Minuman Beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang Minuman Beralkohol yang meliputi:

a. Minuman Beralkohol tradisional; dan

b. Minuman Beralkohol campuran atau racikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini