5 Fokus Penataan Kawasan Candi Borobudur, Salah Satunya Pengolahan Sampah

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 470 2309534 5-fokus-penataan-kawasan-candi-borobudur-salah-satunya-pengolahan-sampah-WG7mCHOAsz.png Kawasan Candi Borobudur (Foto: Aditya/iNews.id)

MAGELANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau progress penataan kawasan Candi Borobudur dan penataan di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur. Setidaknya ada lima fokus penataan di sekitar Borobudur.

Basuki menjelaskan, untuk dapat mengakses ke Borobudur, setidaknya ada empat pintu masuk, melalui Kulon Progo yakni Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Temanggung, Purworejo dan Semarang.

"Salah satunya ini ke Kulon Progo itu yang ke arah Bandara yang juga kita lebarkan terus, namanya Gerbang Klangon," ujar Basuki di Gerbang Klangon, Magelang, Jumat (13/11/2020) malam.

Baca Juga: Menteri Basuki Bikin Candi Borobudur Nyaman dengan Menata 763 Homestay 

Adapun lima fokus penataan kawasan Candi Borobudur dan penataan di KSPN Borobudur di antaranya; pertama, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TP3R) di mana ada sekitar 12 TP3R di wilayah Borobudur.

"Tempat penanganan sampah yang tadi kita kunjungi untuk 400 rumah tangga. Tadi ada diceritakan sistemnya untuk bisa ada delapan petugas yang mengambil sampah dari penduduk 400 itu dibawa ke situ kemudian dipilah organik dan anorganik, diproses menjadi kompos dan jadi makanan lele dan sebagainya. Penduduk juga berkontribusi untuk membayarkan tergantung berapa kali sehari diambil sampahnya," katanya.

Kedua adalah pedestrian atau tempat pejalan kaki di sekitaran kompleks Borobudur. Basuki menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akan membuat orang nyaman tinggal di Borobudur dan lebar akses untuk pejalan kaki diutamakan sekitar tiga meter.

"Di depan toko tadi udah bagus dan disama kita lebarkan, mungkin tadi juga juga sudah lebih dari tiga meter trotoarnya yang kita perbaiki," katanya.

Ketiga adalah rumah swadaya yang mana rumah warga juga bisa dijadikan sebagai home stay para wisatawan yang hendak berkunjung ke Borobudur.

"Di sana tadi ada 21 rumah yang diperbaiki sehingga penduduk tadi yang bisa nanti itu jalannya diperbaiki, nanti juga ada TP3Rnya, ada sanitasinya kita perbaiki, sehingga wisatawan bisa tinggal disitu minimal satu kamar tidur sehingga penduduk bisa menikmati adanya wisatawan," ucapnya.

Keempat adalah Gerbang Klangon dan kelima adalah pelebaran jalan di sekitar Gerbang Klangon yang diharapkan pada 6 Desember 2020 akan selesai pengerjaannya dan dapat berfungsi menjadi "rest area".

"Ada tempat foto-foto katanya bisa lihat lima gunung, yaitu Merapi, Merbabu, Menoreh dan sebagainya. Juga jalan-jalan tadi kita perbaiki, tadi lihat semua ini belum jadi karena nanti ada juga pintu masuk itu tidak dilebarkan tok tapi ditanami pohon yang tinggi-tinggi," katanya.

"Kemudian, pager-pager penduduk sih pinginnya kita bikin kayak Trowulan itu Majapahit, ini di Borobudur, sehingga kita mengantarkan wisatawan atau pengunjung ini tidak ujug ujug sampai kaget udah sampai Borobudur tapi diantarkan bahwa anda sudah masuk kawasan Borobudur," sambungnya.

Basuki menyebut, secara umum progressnya berjalan dengan baik, bahkan untuk rumah swadaya atau homestay bisa digunakan pada Desember 2020. Untuk pelebaran jalan kemungkinan akan memiliki waktu penyelesaian yang berbeda, mulai dari dua minggu, dua bulan dan disesuaikan maksimal Maret 2021 semua proyek selesai.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini