Jelang IPO, Airbnb Kehilangan Banyak Duit akibat Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 278 2311238 jelang-ipo-airbnb-kehilangan-banyak-duit-akibat-covid-19-Df7qmZXTW9.jpg IPO AirBnB. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Market place penyedia jasa penginapan, AirBnB berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO di bursa saham Amerika Serikat. Perusahaan merilis prospektus untuk debut di pasar publik pada Senin 16 November 2020.

Dalam prospektusnya, perusahaan menekankan pada pembangunan komunitas di sekitar tuan rumah dan tamunya, memposisikan komunitas tersebut sebagai faktor pembeda dari para pesaingnya. Perusahaan mengatakan akan menyiapkan 9,2 juta saham non-voting stock disisihkan dalam dana abadi untuk tuan rumah.

Baca Juga: Airbnb Lanjutkan IPO meski Babak Belur Dihantam Corona

“Mereka terlibat, berkontribusi sebagai anggota komunitas kami. Setelah mereka menjadi bagian dari Airbnb, tamu secara aktif berpartisipasi dalam komunitas kami, kembali secara teratur ke platform kami untuk memesan lagi, dan merekomendasikan Airbnb kepada orang lain yang kemudian bergabung dengan dirinya sendiri. Tuntutan ini mendorong tuan rumah baru untuk bergabung, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak tamu. Ini adalah siklus yang baik, tamu menarik tuan rumah, dan tuan rumah menarik tamu,” tulis prospektus perusahaan seperti dilansir dari CNBC, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga: Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak

Perusahaan menghasilkan laba bersih USD219 juta dari pendapatan USD1,34 miliar pada kuartal terakhir. Itu turun hampir 19% dari USD1,65 miliar pendapatan tahun sebelumnya.

Meskipun terutama menghasilkan kerugian bersih, perusahaan kadang-kadang mengalami profitabilitas pada kuartal lain, termasuk kuartal kedua dan ketiga tahun 2018 dan kuartal ketiga tahun 2019.

Sementara, pada 2019, perusahaan melaporkan kerugian bersih USD674 juta dari pendapatan USD4,81 miliar. Sejauh ini pada 2020, perseroan telah menghasilkan kerugian bersih hampir USD697 juta dari pendapatan USD2,52 miliar. Penurunan tersebut kemungkinan disebabkan oleh dampak virus corona, yang menghambat perjalanan liburan dan bisnis awal tahun ini.

“Pandemi Covid-19 dan dampak dari tindakan mitigasi pandemi Covid-19 berdampak negatif secara material dan akan terus berdampak negatif secara material terhadap bisnis, hasil operasi, dan kondisi keuangan kami,” tulis pernyataan manajemen perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini