Tanda-Tanda Transaksi Properti di Asia Mulai Pulih

Ichsan Amin, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 470 2311217 tanda-tanda-transaksi-properti-di-asia-mulai-pulih-keKwsEcaf4.jpg Properti Mulai Tumbuh. (Foto: Okezone.com/Shutterstock

JAKARTA - Investasi properti di Asia Pasifik menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada kuartal III-2020. Hal itu ditandai dengan nilai transaksi langsung mencapai USD35 miliar periode Juli hingga September 2020.

Volume transaksi meningkat sebesar 35% dibanding kuartal lalu, meski realisasi pada kuartal ketiga turun sebesar 19% dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Pabrik Besi di Pulo Gadung Disulap Jadi Hidden Valley Track

Jones Lang Lasalle (JLL) perusahaan financial dan profesional dalam bidang real estate, geliat investasi di kuartal ketiga didorong oleh peningkatan aktivitas di sejumlah pasar Asia Utara, terutama di China (-10% year-on-year), Korea Selatan (-2% year-on-year) dan Jepang (-18% year-on-year).

Aktivitas transaksional meningkat seiring dimulainya kembali aktivitas ekonomi di masing-masing negara. Secara bersamaan, Tokyo dan Seoul muncul sebagai dua kota teratas didunia untuk investasi di tahun berjalan 2020, menurut riset JLL Aktivitas investasi di Australia (-45% secara tahunan) dan Hong Kong (-27% secara tahunan) masih tetap lemah selama kuartal tersebut.

Baca Juga: Belajar dari Kejagung, 5 Kementerian dan Lembaga Asuransikan Gedungnya

"Pertanda utama dimulainya kembali aktivitas investasi muncul pada kuartal ketiga, dengan volume investasi yang meningkat di China, Korea, dan Jepang. Sementara ketidakpastian akan tetap ada di masa mendatang, namun kami percaya bahwa penurunan aktivitas transaksi telah mencapai titik terendah dan kami optimis untuk kuartal keempat akan terus bertumbuh," kata Stuart Crow, CEO, Capital Markets, Asia Pacific, JLL dalam rilis resminya di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Sementara di Indonesia, sektor logistik tetap menjadi fokus para investor sebagai sektor yang menunjukkan kinerja kuat selama masa pandemi Covid-19. Kepala Riset JLL Indonesia, James Tylor mengatakan, para pengembang akan tetap aktif di sektor perumahan.

“Baik pengembang lokal maupun internasional kemungkinan besar tetap aktif di sektor perumahan, sementara sektor pusat data terus menarik minat investor sebagai kelas aset yang sedang berkembang.” pungkas James Taylor. 

Dia meyakinkan bahwa jumlah investor yang kembali akan lebih banyak pada kuartal keempat tahun ini. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini