Wapres Sebut Penyuntikan Vaksin Dilakukan Bertahap

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2312809 wapres-sebut-penyuntikan-vaksin-dilakukan-bertahap-wvlCjBfKYY.jpg Vaksin (Shutterstock)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, penyuntikan vaksin covid-19 akan dilakukan secara bertahap. Namun dipastikan 260 juta penduduk Indonesia akan mendapatkan fasilitas penyuntikan vaksin.

Mengenai mekanismenya lanjut Ma’ruf, nantinya akan diatur oleh Kementerian Kesehatan. Termasuk juga untuk penentuan berapa yang akan ditanggung pemerintah dan berapa yang akan dilakukan penyuntikan secara mandiri.

 Baca juga: Demi Kelancaran Vaksinasi Covid-19, Wapres: Perlu Siapkan Data-Data

"Untuk tahapan-tahapannya itu yang akan divaksin itu, Pak Menteri Terawan yang akan menjelaskan secara teknis berapa jumlah yang akan divaksin, berapa yang menjadi tanggung jawab pemerintah yang dibagikan secara gratis, dan berapa yang mandiri,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

 Infografis Vaksin Covid-19

Ma’ruf menambahkan, teknis mengenai lamanya penyuntikan juga akan diatur oleh Kementerian Kesehatan. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat Indonesia akan mendapatkan fasilitas vaksin secepat mungkin.

 Baca juga: BPOM: Kualitas Vaksin Sinovac Dijamin Baik

“Ini ada angka-angkanya kira-kira berapa lama itu bisa terselesaikan dan bagaimana vaksinnya itu disiapkan untuk jumlah yang disiapkan itu," kata Wapres.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan segala hal terkait vaksinasi Covid-19. Bahkan pihaknya mengaku sudah melakukan simulasi terkait penyuntikan vaksin covid.

"Kami menyiapkan semua termasuk simulasinya, kita harus lakukan simulasi, baik simulasi pada alur apa yang mau kita kerjakan, sehingga kita tau kekurangannya apa saja, karena itulah pada siang ini, simulasi kita lakukan di berbagai tempat, dan salah satunya di Puskesmas Bekasi ini dan Bapak Wapres melihat dan memantau jalannya simulasi,” ucapnya.

Menurut Terawan, dengan upaya simulasi diharapkan proses vaksinasi bisa berjalan lancar. Karena sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari ketika vaksin masih dalam tahap uji klinis

“Mudah-mudahan ini semua bisa menjadi cara kita supaya pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan lancar," ucap Terawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini