Covid-19 Belum Selesai, Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2313140 covid-19-belum-selesai-alasan-ojk-perpanjang-restrukturisasi-kredit-Chc1LHEmfx.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang kebijakan POJK 11/2020 tentang restrukturisasi kredit selama setahun. Nantinya, program tersebut akan berakhir pada Maret 2022.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menjelaskan alasan pihaknya memutuskan untuk memperpanjang restrukturisasi kredit lantaran melihat tren jumlah kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan data per 10 November 2020, terdapat 444 ribu kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

“Dalam hal vaksin telah tersedia, dampak Covid-19 kemungkinan juga masih belum dapat selesai segera, mengingat kemungkinan perlunya pentahapan untuk distribusi vaksin tersbut,” kata Heru dalam diskusi daring, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang Lagi, Kini hingga Maret 2022 

Dia mengaku sebagai langkah antisipatif untuk membantuk debitur terdampak Covid-19 yang masih memiliki prospek usaha, namun memerlukan waktu lebih panjang untuk bisa kembali normal.

“Langkah ini juga bisa membantu perbankan dalam menata kinerja keuangannya terutama dari sisi mitigasi kredit,” ujarnya.

Selain itu, sejalan dengan rencana pemerintah untuk menangani dampak Covid-19 secara multiyears, yang tercermin dalam penetapan defisit APBN yang dapat melampaui 3% sampai dengan akhir tahun 2022.

“Dalam hal Covid-19 terus berlanjut dan POJK stimulus Covid-19 tidak diperpanjang maka terdapat potensi kenaikan NPL dan CKPN yang dapat berdampak pada modal dan solvabilitas bank,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini