KTT APEC 2020, Jokowi Singgung Bogor Goals 1994

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2313367 ktt-apec-2020-jokowi-singgung-bogor-goals-1994-VdqD5h6dfx.png Jokowi (Foto: Instagram/@jokowi)

JAKARTA - Presiden Jokowi menghadiri pertemuan KTT APEC 2020 secara virtual hari ini. Dalam pertemuan para pemimpin APEC hari ini, telah dibahas 2 agenda utama.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, agenda yang pertama adalah kerjasama penanganan Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi di kawasan dan yang kedua adalah pembahasan visi APEC pasca 2020 yang kemudian dinamakan APEC Putra Jaya Vision 2040.

"Di Indonesia tahun ini merupakan pertemuan yang sangat penting mengingat penyelenggaraan APEC dilakukan di tengah situasi pandemi dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Retno menyampaikan isi pidato Jokowi dalam KTT APEC secara virtual di Jakarta, Jumat(20/11/2020).

Baca Juga: Indonesia Dorong APEC Beri Akses Pasar Global bagi UMKM 

Selain itu, Indonesia juga menyaksikan rivalitas yang semakin menajam di antara negara-negara besar. Hal penting lainnya adalah tahun 2020 ini juga merupakan tenggat waktu dari Bogor Goals 1994.

"Dan pada APEC tahun ini disepakati APEC Putrajaya Vision 2040 yang melanjutkan visi Bogor Goals tahun 1994," ujar Retno mengutip Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Dalam KTT APEC 2020 tadi, terdapat beberapa isu yang berhasil dimasukkan Indonesia di dalam visi APEC pasca 2020 yaitu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong pembangunan konektivitas, mendorong pemberdayaan UMKM dan perempuan dalam ekonomi digital, mengarusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi, akses perdagangan, dan pengembangan kapasitas sebagaimana yang tercantum dalam pokok Bogor Goals 1994.

Dalam KTT hari ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sebuah terobosan besar telah dilakukan APEC di tahun 1994.

"Terobosan ini masih sangat relevan sampai saat ini, antara lain mengenai pentingnya memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme dan tebalnya spirit saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai tatanan ekonomi yang menguntungkan semua," ungkap Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini