Protokol Kesehatan di KRL Mulai Longgar? Begini Penjelasan Kemenhub

Ichsan Amin, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2313377 protokol-kesehatan-di-krl-mulai-longgar-begini-penjelasan-kemenhub-qxPwqkULBw.jpg KRL Tetap Beroperasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan, protokol kesehatan pada angkutan KRL Commuter Line tetap berjalan seperti biasa. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Dia menegaskan belum ada perubahan aturan sebagaimana ditegaskan dalam Surat Edaran Menhub tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Tetap masih berjalan seperti biasa dan belum dicabut. Jadi di dalam surat edaran itu ada kewajiban pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujarnya dihubungi di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dia menyebutkan di sektor perkeretaapian pembatasan kapasitas juga tetap dilakukan dengan kapasitas maksimal 65%. “Kalau di angkutan kereta Commuter tetap di kapasitas 65%. Bahkan saya dengar KCI mengusahakan di persentase 45%,” ujarnya.

Adapun pengawasan protokol kesehatan dilakukan operator. Sedangkan pengawasan jalannya Surat Edaran dilakukan regulator dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

“Kalau pengawasan surat edaran ada di regulator dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. DI SE itu juga diatur mengenai sanksi,” ucapnya.

 

Sementara itu Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Supandi mengatakan, aturan mengenai protokol kesehatan menjadi kontrol operator. Untuk kereta KRL dilakukan PT KCI.

“Masih tetap berjalan. Cuman memang yang masalah itu di stasiun antara, selepas stasiun utama seperti stasiun Bogor, Depok, Kota Cikarang dan Bekasi,” ucap dia.

Dia menambahkan, mengenai kendornya pengawasan protokol kesehatan, akan terus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melaluo sosialisasi protokol kesehatan Covid-19.

“Yang jelas kita terus sosialisasi, agar kesadaran masyarakat terus bisa muncul terutama untuk protokol dasar seperti jaga jarak dan pakai masker juga cuci tangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemandangan yang tidak biasa dalam KRL commuter line Bekasi-Jakarta Kota karena tidak mengedepankan protokol kesehatan di transportasi KRL. Sebab tidak ada pengecekan suhu maupun penggunaan masker yang aturannya dilakukan sebelum memasuki pintu elektronik atau gerbong kereta.


Petugas yang berdiri di pintu elektronik hanya memerhatikan penggunaan tapping kartu elektronik yang digunakan pengunjung. Ketika pengunjung mengalami kendala tapping, petugas lengkap dengan face shield akan datang membantunya.

Selain itu, penumpang juga ada yang kedapatan menerima telepon hingga video call. Hal ini jelas-jelas dilarang dalam kebiasaan baru bertransportasi. Bahkan, sering terjadi penumpukan penumpang di satu gerbong kereta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini