Menteri Erick Sebut Harga Vaksin Covid-19 Mandiri Tergantung Merk

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 320 2313543 menteri-erick-sebut-harga-vaksin-covid-19-mandiri-tergantung-merk-98i3q3i4bv.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Tangkapan Zoom)

JAKARTA - Pemerintah masih tengah membahas penetapan harga vaksin mandiri atau berbayar. Meski pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum secara resmi mengumumkan harga vaksin Covid-19 per dosis tersebut, harga akan disesuaikan dengan merk vaksin.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara Indonesia Townhall. Mantan Bos Inter Milan itu mengatakan, dari hasil rapat antara Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Tinggi Negeri, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan lembaga berwenang menetapkan bahwa harga vaksin mandiri akan disesuaikan dengan merk vaksin. Di mana akan ada dua merek vaksin yang ditetapkan pemerintah.

 Baca juga: 8 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar, Jokowi Ingatkan Hal Ini

Harga vaksin mandiri pun akan disesuaikan dengan ongkos bahan baku hingga proses distribusinya ke Indonesia. Misalnya, berapa ongkos beli bahan baku atau vaksin, ongkos distribusi, dan ongkos suntikan.

 Infografis Vaksin Covid-19

"Jadi kemarin ada rapat dengan BPKP, Kejaksaan, LKPP, disarankan nanti ada dua merk, harganya sesuai dengan merk, kalau nanti dalam pemeriksaan berikutnya harus jelas, berapa ongkos beli, berapa ongkos suntik, berapa ongkos distribusi," ujar Erick, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

 Baca juga: Erick Thohir Bocorkan soal Jadwal Vaksinasi Covid-19

Karena itu, masyarakat tidak memandang negatif harga vaksin mandiri yang nantinya ditetapkan pemerintah. "Dan ini saya ingatkan juga masyarakat jangan cepat cepat melihat negatif, karena kenapa, harga harga itu kan belum termasuk ongkos-ongkos tadi gitu," kata dia.

Pemerintah, kata dia, tidak mengambil keuntungan apa pun dari masyarakat. Vaksin mandiri yang akan diperoleh masyarakat melalui skema pembayaran tersebut hanya semata-mata merupakan pendekatan bisnis yang dijalankan pemerintah dengan perusahaan farmasi luar negeri yang menjadi mitra.

"Tentu, kita tidak mungkin lah, karena ini tugas negara kita mengambil keuntungan besar dari rakyat sendiri, tetapi ada proses bisnis be to be, sama pengiriman dari china ke sini juga ada ongkosnya. Kemarin China aja menetapkan harga USD60 sampai USD100 ini di China, jadi saya gak mau komen di sini karena kita belum tahu, dan harga itu dari Kemenkes yang akan membuat standar harganya," ujarnya.

Pemerintah pun akan menetapkan harga tertinggi vaksin Covid-19 mandiri. Dalam waktu dekat ini, Kementerian Kesehatan akan secara resmi mengumumkannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini