PMN Rp45 Triliun Belum Setengahnya Digunakan, Ini Alasan Kemenkeu

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 320 2313850 pmn-rp45-triliun-belum-setengahnya-digunakan-ini-alasan-kemenkeu-pMNtavpk1V.jpg Pemerintah Siapkan Rp45 Triliun untuk PMN BUMN. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyiapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2020 sebesar Rp45,051 triliun. Anggaran tersebut termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hingga awal November 2020, dana PMN yang sudah direalisasikan sebesar Rp16,95 triliun dari total Rp45,051 triliun.

Baca Juga: Gandeng Ulama NU, Erick Thohir Bentengi Pikiran Pegawai BUMN agar Tak Menyimpang

"Untuk PMN tunai Rp16,95 triliun (alokasi awal ditetapkan tahun 2019, sebelum Perpres 72), PMN (tunai) dalam rangka PEN Rp24,07 triliun dan PMN yang berasal dari non tunai (alokasi awal) Rp4,031 triliun. Total BUMN menerima PMN itu Rp45,051 triliun di tahun 2020 ini," kata Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Meirijal Nur, dalam keterangan Kementerian Keuangan, Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Baca Juga: Alasan Pemerintah Konversi Piutang 2 BUMN

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata mengatakan, pencairan beberapa PMN tidak bisa cepat karena masih proses legislasi. Namun, ia optimistis PMN dapat terserap seluruhnya tahun ini.

"Proses diskusi pada dasarnya untuk evaluasi sudah selesai, tapi proses legislasi dalam PP (peraturan pemerintah) masih berlangsung. Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya sebelum akhir Desember dan bisa direalisasikan," harapnya.

Isa menambahkan, alokasi awal anggaran PMN tersebut memang sudah direncanakan untuk BUMN yang diberikan penugasan khusus oleh pemerintah yang diases bersama oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Yang ditetapkan awal itu memang berdasarkan asesmen Kementerian Keuangan dan BUMN berdasarkan kegiatan tertentu yang ditetapkan pemerintah, Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Contohnya PLN mengembangkan listrik hingga pedesaan dan energi baru terbarukan. SMF, kita menugasi untuk membantu BLU PDPPP untuk pembiayaan perumahan MBR (Masyarakat Berpendapatan Rendah), Geodipa untuk mengembangkan geo thermal," jelasnya.

Tambahan PMN yang diberikan saat pandemi Covid-19 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditujukan untuk membuat BUMN, UMKM dan korporasi bertahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini