Investasi 2021 Diramal Hanya Tumbuh 4%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 320 2313989 investasi-2021-diramal-hanya-tumbuh-4-K9Q2XJLOmR.jpg Investasi 2021 Diprediksi Tumbuh 4%. (Foto: Okezone.com/PTSP DKI Jakarta)

JAKARTA- Prospek ekonomi turun tajam sepanjang 2020 menyebabkan aktivitas penanaman modal ikut tertekan, bahkan lebih besar dibandingkan konsumsi swasta dan belanja pemerintah.

Ekonom Core Piter Abdullah menyebutkan, pada 2021, investasi diperkirakan kembali tumbuh positif di kisaran 3%-4 %. Investor di sektor swasta masih menyesuaikan dengan permintaan domestik yang diperkirakan belum sepenuhnya pulih akibat pandemi, meskipun proses vaksinasi diperkirakan telah berlangsung di Indonesia.

Baca Juga: Australia Bakal Bangun RS Rp14 Triliun di Indonesia

"Kalaupun terjadi peningkatan permintaan, baik domestik maupun ekspor, kapasitas terpasang saat ini masih cukup untuk memenuhi kenaikan.Sepanjang tiga kuartal pertama 2020, penanaman modal tetap bruto mengalami kontraksi 4,5% (yoy), terutama investasi mesin dan perlengkapan dan investasi kendaraan yang masing-masing turun 13% dan 15,3%," kata Piter , Minggu (22/11/2020).

Namun, di tengah tren perlambatan investasi nasional selama pandemi, beberapa industri manufaktur di Indonesia justru mengalami peningkatan, khususnya industri logam dasar, kimia dasar, dan farmasi.

"Peningkatan investasi tersebut, antara lain, disebabkan oleh rangsangan kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi sektor pertambangan, termasuk pembangunan smelter," katanya.

Baca Juga: Lembaga Pengelola Investasi Terbentuk 2021, Dewan Pengawas Masuk Tahap Seleksi

Selain itu, kebutuhan pengobatan dan pelayanan kesehatan yang meningkatkan akan mendorong peningkatan investasi pada industri kimia dan farmasi. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut pada tahun 2021.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi dalam negeri hingga September 2020 mencapai Rp611,6 triliun. Bahkan, BKPM optimis target investasi sebesar Rp817,2 triliun akan terealisasi pada akhir Desember tahun nilai.

Pencapaian pada periode Juli-September 2020 itu tumbuh 1,8% year on year (yoy). Dengan begitu, BKPM sudah mengumpulkan investasi sebanyak 74,8% dari target akhir tahun sejumlah Rp817,2 triliun.

 Baca juga: Rekor! Pertama Kali Realisasi Investasi di Luar Jawa Lebih Besar

"Jumlah realisasi yang sudah kita dapatkan sebesar Rp611,6 triliun atau kurang lebih 74,8%. Hal ini memberikan optimisme kepada kami bahwa di tahun ini kami akan dapat mencapai target investasi," ujar Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM Heldy Satrya Putera.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini