Meynio Sumendap, Pengusaha yang Kehilangan Rp36 Juta/Bulan Akibat Covid-19

Subhan Sabu, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 455 2313888 meynio-sumendap-pengusaha-yang-kehilangan-rp36-juta-bulan-akibat-covid-19-80i6LzPx45.jpg Oleh-oleh Khas Manado Nike Tore. (Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

MINAHASA UTARA - Setelah lima bulan usahanya mati suri akibat pandemi Covid 19. Meynio Sumendap, pemilik UMKM Nio's asal Minahasa Utara kini mencoba bangkit dengan memproduksi oleh-oleh khas Manado, Nike Tore.

Sebelum pandemi, penjualan Nike Tore laris manis, mulai dari toko souvenir, ritel moderen, bahkan permintaan lewat media sosial sampai dengan Jakarta, Surabaya, Medan, Papua, Sorong, Ternate hingga Makassar.

Baca Juga: Heboh Barter Mobil dengan Tanaman Hias, Ini 4 Faktanya

"Sebelum Covid-19, omzet rata-rata sampai Rp36 juta perbulan," ujar Mey, begitu dia biasa dipanggil, Minggu (21/11/2020).

Setelah pandemi melanda, praktis permintaan menurun drastis. Ritel moderen dan toko souvenir mulai menghentikan permintaan omzet bulanan pun anjlok sampai 90%.

Baca Juga: Viral! Mobil Dibarter dengan Tanaman Hias, Begini Penampakannya

"Maret hingga Juli itu paling berat, ada produksi tapi hanya 10%, permintaan ada tapi hanya sedikit dan tidak pasti," kata Mey.

Namun kondisi itu tak membuat Mey menyerah, dia tetap bertahan. Baginya, di mana ada usaha dan kesabaran pasti ada jalan. Perlahan namun pasti semangatnya berbuah hasil, satu persatu permintaan mulai berdatangan.

Sejak Agustus hingga kini, pelanggan tetap mulai meminta produknya. Toko souvenir dan ritel moderen mulai meminta produknya, begitu juga dengan pembelian online, mulai lancar lagi. Meski belum berjalan normal seperti biasa, namun dia sudah kembali mempekerjakan tiga orang ibu rumah tangga.

"Sebulan rata-rata bisa menjual sedikitnya 1.200 kemasan kantong nike tore ukuran 120 gram perkemasan, omset perbulan 15 sampai 20 juta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini