JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih perlu upaya keras agar bisa menembus level 6.000 pada akhir 2020.
Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi menilai, IHSG mencapai 6.000 masih cukup berat. Jika, pondasi ekonomi Indonesia belum kuat maka belum bisa mendorong penguataan IHSG pada level 6.000.
"Akhir tahun ini memang ada peluang, cuma berpeluangnya masih berat karena dasarnya secara fundamenatl dulu kuat," kata Oktavianus dalam acara Market IDX, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,5% ke 5.653 Ditopang 341 Saham Menguat
Kata dia, agar IHSG bisa menembus level 6.000 maka harus ditopang dengan ekonomi yang kuat. Salah satunya memperbaiki pertumbuhan ekonomi agar positf
"Kalau mencapai peaknya 5.600 dan 5.800 di akhir tahun. Jadi 5.778 dan ada koreksi pasti ada di akhir tahun nanti," katanya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pasar bisa kembali pulih dari efek pandemi ini. Bahkan, bisa kembali menembus level 6.000.
Baca Juga: IHSG Melesat Nyaris 1% hingga 5.623 Jeda Siang Ini
Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, untuk menembus level 6.000 tidak akan membutuhkan waktu yang lama.
"Sekarang saham sudah kembali di atas 5.000, kami yakin bisa normal kembali 6.000 dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.