Sri Mulyani Beberkan 5 Pertimbangan Kenaikan Tarif Cukai Rokok di 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315043 sri-mulyani-beberkan-5-pertimbangan-kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-2021-BRzz7hpbzp.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan lima pertimbangan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok pada 2021. Pertimbangan pertama bagaimana menekan angka perokok aktif, terutama perokok anak dan perempuan. Lalu yang kedua, adalah agar tetap melindungi dan mendukung petani tembakau.

"Ketiga, mendukung dari sisi para pekerja rokok, pabrik rokok terutama yang masih menggunakan tangan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (23/11/2020) malam.

Baca Juga: Terancam PHK, Alasan Buruh Pelinting Minta Tak Ada Kenaikan Cukai Rokok 

Kata dia, pertimbangan keempat meningkatkan kemampuan pemerintah menangani jumlah rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Sedsngkan yang terakhir, adalah dari sisi menambah penerimaan negara.

"Kita akan terus melakukan formulasi ini dan nanti akan kita sampaikan pada saat pengumuman, kalau memang sudah difinalkan keseluruhan aspek yang kita lihat, terutama di situasi kita menghadapi Covid-19," imbuhnya.

 Pemerintah Putuskan Tarif Cukai Rokok Naik 23%

Dia menambahkan produksi hasil tembakau terus mengalami tren perlambatan selepas bulan Maret dan pertumbuhannya berada di teritori negatif. Bahkan hingga bulan lalu belum ada tanda-tanda perbaikan dari sisi produksi.

"Penerimaan cukai rokok ini menjadi kontribusi utama atau setara 96,7% dari total penerimaan cukai Rp134,92 triliun yang tumbuh 10,23% yoy," tandasnya.

Pemerintah Putuskan Tarif Cukai Rokok Naik 23%

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini