Ekonomi RI Terkontraksi, Stafsus Menkeu: Tak Semua Aktivitas Berjalan Normal

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315109 ekonomi-ri-terkontraksi-stafsus-menkeu-tak-semua-aktivitas-berjalan-normal-l8Qe3Lrd0k.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih mengalami kontraksi pada kuartal III-2020 yakni -3,49% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun pemerintah mengklaim jika pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai mengalami pembalikan arah dibandingkan periode sebelumnya.

Staf Khusus Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Kementerian Keuangan Masyita Crystallin mengatakan, meskipun minus, namun ekonomi Indonesia terkontraksi lebih moderat dibandingkan dengan negara-negara lain. Tak terkecuali juga negara-negara maju dan juga berkembang di wilayah Asia.

"Tapi kalau kita membandingkan Indonesia di sini dengan negara-negara maju maupun emerging Asia sendiri. Sebetulnya kontraksi ekonomi Indonesia lebih moderat," ujarnya dalam acara Webinar Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI 2020 -1,7% hingga -0,6% 

Menurut Masyita, hal tersebut didukung oleh berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah. Ditambah lagi jumlah populasi Indonesia juga mendukung untuk ke arah sana.

"Ini tentu didukung oleh oleh berbagai hal termasuk kebijakan yang prudent dan juga permintaan masyarakat dan jumlah populasi yang mendukung," ucapnya.

Masyita menambahkan, pemerintah sudah mengeluarkan banyak sekali kebijakan untuk mensupport dari sisi permintaan dan juga permintaan. Sehingga aktivitas bisnis bisa tetap bertahan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini sedang tertidur.

"Karena tidak semua aktivitas ekonomi itu berjalan seperti normal. Itu dari sisi riil dari sisi pandemi kemudian pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini