Ada Covid-19, Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp620 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315136 ada-covid-19-nilai-ekonomi-digital-indonesia-tembus-rp620-triliun-CcXn0EXCZn.jpg Ekonomi Digital (Shutterstock)

JAKARTA - Laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkap ketangguhan ekonomi digital Indonesia.

Dalam laporan tahunan kelimanya, berjudul “At full velocity: Resilient and Racing Ahead”, nilai ekonomi internet di Tanah Air secara keseluruhan diperkirakan bernilai USD44 miliar atau setara Rp620 triliun (kurs Rp14.100 per USD) pada 2020 dan diperkirakan mencapai USD124 miliar pada 2025.

 Baca juga: 3 Jurus Erick Thohir Dorong Transformasi Digital

E-commerce naik 54% menjadi USD32 miliar pada 2020, dari USD21 miliar pada 2019. Pertumbuhan momentum e-commerce di Indonesia juga tercermin dari peningkatan 5 kali lipat jumlah supplier lokal yang mencoba berjualan online karena pandemi.

“Laporan tahun ini menunjukkan ekonomi digital Indonesia terus bertumbuh dua digit, dipimpin oleh e-commerce dan media online,” kata Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

 Baca juga: Sektor Digital Bakal Menang Banyak di 2021

Menurut dia, akibat adanya pandemi membuat mayoritas orang berada di rumahnya untuk menyelesaikan segala aktivitasnya. Oleh sebab itu membuat sektor usaha transportasi mengalami penurunan pemasukan dibanding tahun sebelumnya.

“Dengan adanya pandemi, sektor tertentu seperti perjalanan dan transportasi memang terhambat tetapi, seperti yang ditunjukkan laporan ini, hingga 2025 keduanya diperkirakan akan bangkit dalam jangka pendek hingga menengah,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi internet yang mantap seperti ini juga terjadi di Asia Tenggara. Laporan menemukan bahwa ekonomi digital kawasan ini bertumbuh kian cepat akibat pandemi, mencapai USD100 miliar pada 2020 dan akan melampaui USD300 miliar pada 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi menilai wabah tersebut membuat gaya hidup manusia mengalami perubahan. Kini, mereka lebih memanfaatkan internet untuk melakukan transaksi.

“COVID-19 telah mengubah cara hidup banyak orang di Asia Tenggara, dan perkembangan sektor layanan keuangan digital, HealthTech, dan EdTech diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini