Bisnis Travel Online Turun 68% Terpukul Corona

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315151 bisnis-travel-online-turun-68-terpukul-corona-jeFnyHsXZw.jpg Bisnis Travel Turun Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha mengalami penurunan. Salah satu jenis bisnis alami kelumpuhan adalah layanan perjalanan online.

Tak dapat dipungkiri memang akibat wabah tersebut membuat sebagian orang enggan berpegian. Hal itu demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca Juga: Industri Pariwisata Minta Anies Cabut PSBB Transisi

Berdasarkan Laporan e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan penurunan layanan perjalanan online sebesar 68% dibanding tahun sebelumnya.

"Layanan perjalanan online, yaitu pemesanan liburan, hotel, dan penerbangan di Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: Menteri Basuki Bikin Candi Borobudur Nyaman dengan Menata 763 Homestay

Namun, berdasarkan laporan tersebut juga menunjukkan 74% konsumen Indonesia ingin kembali berlibur jika sudah memungkinkan dengan kesehatan dan keamanan menjadi hal yang paling diutamakan, dibandingkan dengan fleksibilitas pemesanan maupun penawaran.

"Saat ini, staycation menjadi salah satu alternatif perjalanan yang dipilih oleh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Industri Pariwisata dunia merayakan tahun tersuksesnya pada enam bulan lalu. Namun masa kejayaan itu sirna saat pandemi corona menyebar di dunia. Sekarang sektor pariwisata hancur dan memerlukan pemulihan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Sebuah perusahaan data dan konsultasi Tourism Economics memperkirakan permintaan perjalanan global tidak akan pulih normal hingga tahun 2023.

Kalau akhirnya wisatawan kembali ingin bepergian, mereka akan menghadapi perubahan yang berupa mempertahankan jarak sosial dan langkah-langkah lain untuk menghilangkan ketakutan terhadap Covid-19, penyakit yang telah membunuh lebih dari 244.000 orang di seluruh dunia dan menjangkiti jutaan lainnya.

"Diperlukan waktu untuk menghilangkan ketakutan dari hati tiap orang, dan juga dari segi perekonomian," kata Pendiri Egypt Knight Tours Mahmoud Hadhoud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini