Ditugasi Menkes, Ketua Satgas PEN Hubungi Semua Produsen Vaksin Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315173 ditugasi-menkes-ketua-satgas-pen-hubungi-semua-produsen-vaksin-covid-19-DJljXQBxva.jpg Wamen BUMN Budi Gunadi Hubungi Semua Pengembang Vaksin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengaku telah menghubungi hampir semua pengembang vaksin Covid-19 untuk digunakan Indonesia. Hal ini sesuai permintaan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk membantu solusi pengadaan vaksin.

Saat mencoba menghubungi pengembang vaksin, Budi menyebut, hal ini telah sesuai arahan dan koordinasi dari Menkes dan pengembang yang dihubungi juga sesuai dengan tertera di list Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Luhut Follow Up Vaksin Covid-19, Pfizer-Bio Farma Kerja Bareng

"Sampai sekarang ada 11 vaksin, yang sudah masuk uji klinikal trial klinis, trial tiga. Semua sudah kita kontak kecuali tiga seingat saya. Satu, Moderna di AS itu belum ada kontak dari kita; dua, Gamalea atau Sputnik di Rusia belum ada kontak formal; dam ketiga ada vaksin baru yang masuk, yang lain sudah ada kontak dari kita," ujar Budi dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Wakil Menteri BUMN ini menambahkan, terkait keputusan akhir vaksin yang dipilih, harga dan jenisnya akan diserahkan kepada Menkes.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 2% berkat Kemajuan Vaksin Covid-19

"Tapi kami membantu beliau sudah mengontak tujuh atau delapan perusahaan vaksin ini untuk memberikan opsi mana yang kira-kira cocok dengan Indonesia," katanya.

Sementara itu, pendekatan strategi kedua adalah dilakukan secara multilateral, dimana Indonesia akan aktif di WHO-CEPI-GAVI-Unicef yang juga bekerja sama untuk menyediakan akses ke vaksin, terutama ke negara yang tidak memiliki uang untuk pengadaan vaksin, seperti di Afrika dan Amerika Latin.

"Oleh karena itu organ dunia seperti WHO, kerja sama untuk melakukan pendekatan multilateral membantu negara yang kurang mampu. Dari Indonesia, at least membina hubungan dengan mereka, di CEPI dan GAVI ini ada sembilan alternatif vaksin lain yang di antaranya masuk list WHO clinical trial tiga, kita ada akses ke sana," ucapnya.

"Kalau nanti GAVI menentukan ini vaksin yang akan diberikan, indonesia bisa dapat jatah juga berapa persen dari populasi. itu secara garis besar," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini