Survei Membuktikan, 16% Masyarakat RI Ogah Disuntik Vaksin Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315497 survei-membuktikan-16-masyarakat-ri-ogah-disuntik-vaksin-covid-19-NoZxAGVzV2.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sedang menyiapkan upaya untuk melakukan vaksinasi. Saat ini beberapa vaksin yang akan didistribusikan pemerintah kepada masyarakat sedang dilakukan uji klinis.

Namun ternyata masih ada beberapa masyarakat yang ogah untuk disuntik vaksin. Meskipun pemerintah sudah memastikan jika seluruh masyarakat akan mendapatkan vaksin.

Baca juga: Bocoran Cara Dapat Vaksin Covid-19 Mandiri, Bisa Open PO

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya melakukan riset dan survey kepada beberapa masyarakat tentang vaksin covid-19. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara rinci tentang survey tersebut.

 Inforgrasi Grafis Harga Vaksin

Namun, dari hasil survei tersebut sebanyak 66% masyarakat Indonesia bersedia divaksin. Namun ada 16% peserta survei yang tidak mau divaksin.

 Baca juga: Vaksin Covid-19 Berbayar Dijual Online dan Offline

"Tentu kita tidak mau memaksakan 16% itu. Kita tidak tahu alasannya apa mereka tidak mau," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Menurut Erick, masyarakat yang khawatir akan kehalalan dari vaksin seharusnya tidak perlu khawatir. Karena, sejak awal pemerintah sudah melibatkan MUI yang menjadi pemegang otoritas terkait halal dan haram di Indonesia.

Mengenai kualitasnya, Mantan Pemilik Klub Bola Inter Milan memastikan akan tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Artinya, akan dilakukan beberapa uji klinis terlebih dahulu secara terbuka.

"Lalu kalau mengenai kualitas, kalau ada pertanyaan seperti itu ya sama. Kalau obat pusing itukan ada panadol dan bodrex, obat itu sama-sama nyembuhin pusing," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini