Susi Tolak Ekspor Benih Lobster dan Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 03:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2316064 susi-tolak-ekspor-benih-lobster-dan-edhy-prabowo-ditangkap-kpk-bNF61Mchqo.jpg Susi dan Edhy saat Sertijab pada 2019 (Foto: Okezone/Taufik)

JAKARTA – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan tidak setuju dengan kebijakan soal ekspor benih lobster. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara instan harus dilarang. Penolakan ini pernah disampaikan Susi ketika kebijakan Menteri KKP Edhy Prabowo menerbitkan izin ekspor benih lobster.

Mengetahui kebijakan tersebut merugikan nelayan dan mengancam ekosistem lobster di Indonesia, Susi pun menyampaikan penolakannya melalui akun twitter miliknya @susipudjiastuti.

“Nikel itu benda mati, tidak bisa beranak pianak diambil akan habis. Lobster itu mahluk hidup bernyawa, berkembang biak/ beranak pianak,” tulis Susi Pudjiastuti di akun resmi Twitter-nya @susipudjiastuti, Selasa (17/12/2019).

“Lobster itu SDA yg Reneawble. Salah satu dr sedikit SDA laut yg bisa diakses/ ditangkap dg mudah oleh pancing, bubu dr para nelayan kecil di pesisir. Pengambilan tidak perlu dg kapal besar/alat modern lainnya. Negara wajib menjaga sumber livelyhood nelayan kecil ini dg Benar&Baik,” lanjut twit Susi.

Baca Juga: Soal Izin Eksportir Benih Lobster, Edhy Prabowo: Silakan Saja Kalau Ada yang Curiga 

Dia juga membandingkan proses produksi lobster di tahun 2000-an dengan belakangan ini.

“Pengelolaan SDA yg renewable secara instant extractive & massiv harus dilarang. Apalagi pengambilan plasmanutfahnya. Its A NO NO !! Sblm thn 2000 an Lobster ukuran >100 gram di Pangandaran & sekitarnya pd saat musim bisa 3 sd 5 Ton per hari. Sekarang 100 kg/ hari saja tdk ada,” ujar Susi Pudjiastuti.

Dia kembali menegaskan menegenai Deklarasi Djuanda dan UNCLOS 1982 tentang wilayah laut teritorial Indonesia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan ada total 17 orang yang ditangkap termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo disertai penyitaan beberapa kartu debit Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Penangkapan Edhy Prabowo diduga kasus korupsi ekspor benih lobster.

 

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, tiga tim satuan tugas (satgas) KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi, di antaranya Jakarta dan Depok Jabar. Salah satu lokasi yakni di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 00.30 WIB. Total ada 17 orang yang diciduk termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang. Di antaranya adalah menteri kelautan dan perikanan beserta istri, dan beberapa pejabat di KKP. Disamping itu juga beberapa orang pihak swasta. Turut diamankan sejumlah barang diantaranya kartu debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi, dan saat ini masih diinventarisir oleh tim," ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Baca Selengkapnya: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ini Respons Susi Pudjiastuti Soal Ekspor Benih Lobster

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini