PHRI Sebut Bali Paling Siap Dibanjiri Turis Asing

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316713 phri-sebut-bali-paling-siap-dibanjiri-turis-asing-r2KLUpFaOK.jpg Bandara (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tengah berusaha meyakinkan pemerintah untuk segera membuka Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, Bali bisa menjadi daerah pertama yang dibuka untuk turis asing karena kasus Covid-19 cukup terkelola dengan baik dan tingkat kedisiplinan masyarakatnya dalam penerapan protokol kesehatan cukup tinggi.

"Kami sedang mengupayakan dan meyakinkan pemerintah agar Bali menerima lagi turis internasional. Tingkat kesembuhan tinggi di Bali lumayan tinggi. Asal dikelola dengan baik masih cukup prospektif," ujarnya dalam Economic Outlook 2021: Outlook Pariwisata 2021 secara virtual, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Singgung Petamburan, PHRI Minta Kebijakan PSBB Dihentikan 

Menurut dia, tingkat kedisiplinan masyarakat menjadi modal utama. Di sisi lain, pemerintah daerah Bali tentu akan bertanggung jawab untuk mengawal penerapan protokol kesehatan dengan baik mengingat pendapatan daerahnya bergantung pada sektor pariwisata.

"Pendapatan daerahnya sekarang sudah minus 12%. Ini sudah berat sekali. Jadi mereka pasti akan mempertanggungjawabkan protokol kesehatan dan keberlangsungan sektor pariwisatanya," jelas Hariyadi.

 

Hariyadi melanjutkan, dari fasilitas kesehatan seperti ketersediaan rumah sakit, tenaga medis juga memadai di Bali. Selain itu, tingkat konektivitas juga cukup tinggi di mana frekuensi terbang pesawat yang ke Bali bisa mencapai ratusan.

"Fasilitas restoran juga sangat memadai. Jadi kalau mau ambil test case, Bali sudah memenuhi syarat dari safety dan komersialnya," tuturnya.

Dia mencontohkan negara Turki dan Thailand yang sudah membuka pariwisatanya untuk wisman dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Siapapun yang melanggar harus dikenakan sanksi sehingga semua masyarakat bisa disiplin.

"Itu contoh yang menarik untuk kita kaji ulang. Kami menyarankan yang dibuka lebih dulu adalah Bali karena kontrolnya lebih mudah. Kota lain bisa juga dibuka asal disiplin," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini