Soal UU Ciptaker, Menteri Sofyan: Tanah Tak Diurus Bakal Diambil Pemerintah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 470 2316865 soal-uu-ciptaker-menteri-sofyan-tanah-tak-diurus-bakal-diambil-pemerintah-AVA0C1fhFD.jpg Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan terus memgoptimalkan lahan maupun tanah yang tidak memiliki tuannya atau yang tidak diurus. Hal ini sering kerap ditemukan banyak tanah yang dimiliki masayarakat namun tidak diurus atau dibiarkan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan dengam adanya Undang-undang atau UU Cipta Kerja akan keras terhadap para spekulan tanah.

 Baca juga: Sudah Sepekan, DPR Belum Kirim Draf UU Ciptaker ke Presiden Jokowi

"UU Ciptaker juga keras terhadap tanah terlantar. Karena tanah harus beri kesejahteraan bagi masyarakat. Kalau punya tanah di mana-mana tapi tidak diurus, nanti negara yang urus," kata Sofyan dalam video virtual, Kamis (26/11/2020).

Kata dia, munculnya persoalan spekulan dalam pendirian kawasan industri. Misalnya ada pihak A sudah mendapat izin lokasi kawasan industri dan pihak B melihat bahwa kawasan tersebut akan berkembang, lantas pihak B membeli tanah duluan agar kawasan industri itu sulit dibangun. Padahal kawasan industri diperlukan untuk perekonomian.

 Baca juga: UU Cipta Kerja, Menaker Pastikan Skema Pesangon Tetap Ada

"Blok itu hanya sekadar mengharapkan harga naik tinggi. Dia enggak mau lepas kecuali harganya 10 kali harga pasar Itu adalah kerjaan-kerjaan yang sama sekali tidak kita inginkan. Ini tidak ada dasar moral dan ekonomi. Kasus seperti itu maka UU pembebasan tanah untuk kebijakan publik bisa digunakan, tapi mungkin mahal sedikit," bebernya.

Untuk itu, UU ini keras untuk hadapi para spekulan. Kalau punya izin dan kemudian dagang izin, menjadi rent seeker. Kalau dapat izin tapi dua tahun tidak lakukan apa-apa, pemerintah bisa batalkan.

"Supaya mengencourage orang yang betul-betul mau menciptakan ekonomi dan kemakmuran dan mencegah orang yang bertujuan spekulasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini