4 Fakta Luhut 3 Kali Rangkap Jabatan Menteri tapi Tak Mau Lama-Lama di KKP

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 320 2317932 4-fakta-luhut-3-kali-rangkap-jabatan-menteri-tapi-tak-mau-lama-lama-di-kkp-4OnPoQeDRP.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ad Interim.

Hal ini menyusul ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo karena dugaan kasus korupsi ekspor benur udang.

Namun ternyata, Luhut bukan hanya kali ini saja menjalani double jabatan.

Karena sebelum-sebelumnya juga, Luhut pernah beberapa kali ditunjuk sebagai Menteri Ad Interim sambil menjalani jabatannya yang saat ini secara bersamaan.

Baca Juga: Luhut: Tak Ada yang Salah soal Aturan Ekspor Benih Lobster

Adapun Menteri Ad Interim biasanya ada karena terdapat kekosongan kursi Menteri definitif. Posisi Menteri Ad Interim biasanya juga diisi oleh Menteri dari bidang yang berkaitan.

Akibat hal ini, Menko Luhut banyak menjadi perbincangan di media sosial oleh warganet alias netizen. Beberapa netizen menyebut jika Luhut sebagai menteri segala urusan.

Berikut Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait jabatan Menteri Ad Interim yang pernah dijalani Luhut dirangkum Minggu (29/11/2020), berikut faktanya:

 

1. Menteri ESDM Ad Interim

Jauh sebelum penunjukan sebagai Menteri Ad Interim KKP, Menko Luhut ternyata pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal tersebut menyusul kekosongan jabatan Menteri ESDM yang ditinggalkan oleh Arcandra Tahar karena kasus kewarganegaraan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 15 Agustus 2016 memutuskan untuk memberhentikan Arcandra Tahar dari jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Secara bersamaan, Luhut Binsar Pandjaitan juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM.

Terhitung sudah tiga minggu Luhut menjabat sebagai Plt Menteri ESDM. Ternyata, mengemban dua tugas dan jabatan itu tidak mudah. Luhut mengaku kelelahan dengan setumpuk tugas Menteri ESDM yang diembannya.

2. Menteri Perhubungan Ad Interim

Pada awal tahun ini, Menko Luhut ini juga pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perhubungan. Penunjukan tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung.

Penunjukan Menko Luhut sebagai Menteri Perhubungan Ad Interim ini karena adanya kekosongan pada posisi itu. Sebab, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat itu harus dirawat dan beristirahat karena terinfeksi virus corona (Covid-19).

Usai ditunjuk, Menko Luhut langsung memberikan arahan kepada seluruh pejabat dan pegawai di Kementerian Perhubungan. Dirinya meminta agar seluruh pegawai menjaga kebersihan lingkungan kantor.

3. Menteri KKP Ad Interim

Baru-baru ini, Menko Luhut kembali ditunjuk sebagai Menteri Ad Interim. Namun kali ini giliran Menteri KKP Ad Interim yang harus dijalani oleh Menko Luhut.

Penunjukan Menko Luhut, untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Menteri KKP Edhy Prabowo. Edhy Prabowo sendiri ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus ekspor benur lobster.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengatakan, dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi KKP, maka Menteri Sekretaris Negara telah mengeluarkan surat penunjukkan. Dalam surat tersebut diputuskan jika Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai Menteri KKP Ad Interim.

"Surat penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim," ujarnya dalam surat edaran KKP.

4. Luhut Tak Mau Lama-Lama Jadi Menteri KKP

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak ingin berlama-lama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ad Interim. Itu karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.

"Soal jabatan ini saya juga nggak mau lama lama, pekerjaan saya banyak kok," ujar Luhut usai melakukan rapat perdana bersama pejabat Eselon I KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Selain menjabat sebagai Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut juga diamanahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi posisi sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini