5 Fakta Utang Pemerintah Membengkak Jadi Rp5.877 Triliun, Masih Aman Bu Sri?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 320 2317940 5-fakta-utang-pemerintah-membengkak-jadi-rp5-877-triliun-masih-aman-bu-sri-3g0z5lfnAo.png Sri Mulyani (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat hingga akhir Oktober 2020, posisi utang pemerintah berada dikisaran Rp5.877,71 triliun atau naik Rp120,84 triliun dari Rp5.756,87 triliun pada posisi September 2020. Angka ini juga naik Rp1.121,58 triliun dari Oktober 2019 sebesar Rp4.756,13 triliun.

Adapun, utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 85,56% dan pinjaman sebesar 14,44%.

Ada sejumlah fakta menarik dari kenaikan utang pemerintah ini. Berikut faktanya yang sudah dirangkum oleh Okezone, Minggu (29/11/2020).

1. Utang Pemerintah Tembus Rp5.877,71 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat hingga akhir Oktober 2020, posisi utang pemerintah berada dikisaran Rp5.877,71 triliun atau naik Rp120,84 triliun dari Rp5.756,87 triliun pada posisi September 2020.

Baca Juga: Pembiayaan Proyek Lewat SWF, Utang Negara Bakal Naik? 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp958,6 triliun hingga akhir Oktober 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merinci sudah menarik utang sebesar Rp958 triliun hingga akhir Oktober 2020. Adapun, utang tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) neto dan pinjaman neto.

 Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

2. Rincian Utang Pemerintah

Secara rinci, utang dari SBN tercatat Rp5.028,86 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp3.782,69 triliun dan valas Rp1.246,16 triliun.

Sedangkan utang melalui pinjaman tercatat Rp848,85 triliun. Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp11,08 triliun dan pinjaman luar negeri Rp837,77 triliun.

Sedangkan, utang dari pinjaman luar negeri ini terdiri dari pinjaman bilateral Rp315,25 triliun, pinjaman multilateral Rp837,77 triliun dan pinjaman dari commercial banks Rp43,43 triliun.

Posisi utang yang naik ini juga diikuti dengan pelebaran rasio utang menjadi 37,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Oktober lalu.

3. Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp958,6 Triliun hingga Oktober 2020

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp958,6 triliun hingga akhir Oktober 2020.

Secara rinci sudah menarik utang sebesar Rp958 triliun hingga akhir Oktober 2020. Adapun, utang tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) neto dan pinjaman neto.

 

4. Rincian Utang Pemerintah hingga Oktober 2020

Total pembiayaan utang yang mencapai Rp958,6 triliun tersebut berasal dari SBN neto sebesar Rp943,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp15,2 triliun.

Sementara untuk pembiayaan investasi terkontraksi Rp 28,9 triliun hingga akhir Oktober 2020.

Sedangkan untuk pemberian pinjaman realisasinya Rp1,9 triliun atau 32,3% dari target Rp5,8 triliun. Lalu kewajiban penjaminan kontraksi Rp3,4 triliun, dan terakhir pembiayaan lainnya Rp0,2 triliun

5. Meski Bengkak Tetap Hati-hati

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pengelolaan utang pemerintah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan berdasarkan pada kebijakan umum pembiayaan utang. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi pendanaan utang dari sumber dalam negeri dan sumber luar negeri sebagai pelengkap.

"Pemerintah juga berkomitmen untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini