Potensi Besar, Mendag Geber Pasar Ekspor Produk Kreatif

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 320 2317951 potensi-besar-mendag-geber-pasar-ekspor-produk-kreatif-aPq4yBW1eg.jpg Mendag Agus Suparmanto. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan terus mendorong ekspor produk ekonomi kreatif pada masa pandemi covid-19. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kembali pasar ekspor produk ekonomi kreatif.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, diperlukan kerja sama berbagai pihak dalam mendorong pemulihan pasar ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Ke depannya, Kementerian Perdagangan akan terus meningkatkan sinergitas dengan instansi dan lembaga terkait, salah satunya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan perekonomian Indonesia.

“Diharapkan ekspor dan daya saing produk ekspor Indonesia, khususnya produk-produk ekonomi kreatif terus meningkat. Untuk itu diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga: Indonesia Ekspor Tuna ke Korea Selatan 

Mendag menyampaikan, produk ekonomi kreatif memiliki peluang yang sangat besar di pasar global. Berdasarkan kinerja ekspor periode Januari Agustus 2020, beberapa produk ekonomi kreatif yang berpotensi untuk terus tumbuh ekspornya adalah fesyen, kriya, dan serta makanan olahan.

“Produk ini juga memiliki potensi pasar yang cukup beragam mulai dari Eropa, Asia, Amerika, dan Timur Tengah,” ucapnya.

Mendag melanjutkan, kinerja ekspor produk kreatif unggulan seperti produk fesyen, makanan olahan, kerajinan, dan dekorasi rumah menempati peringkat tertinggi jika dilihat dari sisi volume dan nilai. Pada periode Januari September 2020 produk makanan olahan dan dekorasi rumah mencatatkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meski dipengaruhi

Pada periode Januari-September 2020, total ekspor produk fesyen Indonesia mencapai USD10,17 miliar. Negara tujuan utama ekspor produk fesyen adalah Amerika Serikat sebanyak 40,39% dari total ekspor, Jepang 8,15%, Tiongkok 7,09%, Jerman 5,35% dan Belgia 4,83%

Untuk produk makanan olahan, total ekspor Indonesia mencapai USD3,14 miliar. Negara tujuan utama produk makanan olahan adalah Amerika Serikat 21,20%, Filipina 14,80%, Malaysia 7,36%, Singapura 5,29%, dan Tiongkok 5,25%.

Sementara untuk produk dekorasi rumah nilai ekspor Indonesia mencapai USD1,79 miliar. Negara tujuan utama produk dekorasi rumah adalah Amerika Serikat 47,89%, Jepang 7,76%, Belanda 5,68%, Belgia 5,21%, dan Singapura 4,16% Mendag berharap produk Indonesia dapat diterima di seluruh negara tujuan ekspor, tanpa mengalami hambatan tarif maupun hambatan nontarif. “

“Diharapkan produk Indonesia semakin digemari seluruh konsumen mancanegara, sehingga dapat tercipta hubungan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang antara eksportir tanah air dan para buyer,” jelasnya.

Meskipun begitu, Mendag menyebut ada beberapa tantangan perdagangan produk ekonomi kreatif yang harus dihadapi pada 2021. Tantangan tersebut yaitu, pertama, berbagai industri kreatif menunjukkan ketahanan walaupun ada perubahan gaya konsumsi masyarakat. Kedua, revolusi Industri ke-4 dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif, khususnya dalam pemanfaatan tren digital.

“Penggunaan niaga elektronik, jejaring sosial, dan digital streaming services merupakan kunci dari transformasi media, gim, musik, dan fesyen,” ucapnya.

Mendag mengungkapkan, menurut kajian Kementerian Perdagangan mengenai multiplier analysis dari intangible digital goods terhadap perekonomian Indonesia, terdapat 10 sektor teratas yang memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Dari seluruh sektor tersebut, 8 di antaranya merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif.

“Musik memberikan dampak yang paling signifikan, diikuti penerbitan, dan periklanan. Hasil kajian ini semakin memberikan rasa percaya diri bahwa ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Mendag.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini