Mengenal Istilah Gross Profit Margin, Ini Pengertian dan Cara Hitungnya

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 455 2318291 mengenal-istilah-gross-profit-margin-ini-pengertian-dan-cara-hitungnya-swipXoLQVF.jpg Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Setiap perusahaan rutin membuat laporan keuangan untuk mengetahui laba atau keuntungan yang diperoleh. Salah satunya juga dengan melaporkan gross profit margin yang diterima.

Mengutip buku Flexibel Marketing oleh Freddy Rangkuti, Jakarta, Minggu (29/11/2020), Gross profit margin adalah laba kotor yang diperoleh untuk setiap produk yang dijual. Sementara itu, laba kotor adalah penjualan yang dikurangi dengan harga pokok penjualan.

Baca Juga: Bisnis Anak Presiden Disuntik Dana Rp28 Miliar, Gibran: Ini Hadiah untuk Kaesang 

Cara perhitungan gross profit berdasarkan Mark-up

Mark-up adalah adalah biaya yang ditambahkan di atas biaya dasar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Contoh harga pembelian suatu produk berjumlah Rp1.000 dan dijual dengan nilai Rp1250. Maka grossprofit margin yang diperoleh adalah Rp250/Rp1000 = 0.25. Hasil dari pembagian tersebut selanjutnya dikali dengan 100% sehingga memiliki persentasi sebesar 25%.

 

Kemdian, Gross Profit Margin dapat di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Gross Profir Margin : laba kotor/total penjualan x 100%

Sebagai contoh, harga pembelian suatu produk berjumlah Rp1.000 dan dijual dengan nilai Rp1250. Maka grossprofit margin yang diperoleh adalah Rp250/Rp1250 = 0.20. Hasil dari pembagian tersebut selanjutnya dikali dengan 100% sehingga memiliki persentasi sebesar 20%. Artinya akan diperoleh Rp20 dari setiap penjualan yang berjumlah Rp100.

Cara Menentukan Gross Profit Margin dan Mark-up bagi Distributor dan Pengecer

Distributor :

Apabila distributor ingin memperoleh gross profit margin sebesar 25% :

• Harga jual kembali suatu produk yang memiliki biaya dasar Rp1 akan bernilai sebesar RP1/0,75 = Rp1.33.

• Harga jual kembali suatu produk yang memiliki biaya dasar Rp1,5 akan bernilai sebesar RP1,5/0,75 = Rp2.

Pengecer :

Apabila pengecer ingin memperoleh gross profit margin sebesar 33,33% :

• Harga jual kembali suatu produk yang memiliki biaya dasar Rp1.33 akan bernilai sebesar RP1,33/0,6666 = Rp1,33.

• Harga jual kembali suatu produk yang memiliki biaya dasar Rp2 akan bernilai sebesar RP2/0,6666 = Rp2.

Seandainya biaya manufaktur suatu produk sebesar Rp1000, maka ditingkat distributor produk tersebut menjadi bernilai Rp1000x1.33 = Rp1330 karena distributor tersebut mengambil gross profit margin sebesar 25%.

Sedangkan di tingkat pengecer, produk tersebut akan dibeli sebesar Rp1330x1.33 = Rp1769 karena mengambil gross profit margin sebesar 33%

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini