Daftar 10 Pekerjaan Baru yang Muncul di Era Digitalisasi

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 622 2318167 daftar-10-pekerjaan-baru-yang-muncul-di-era-digitalisasi-eLksN8R6fD.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto menyebut ada tantangan ke depan terkait penciptaan lapangan kerja. Di masa depan, yang harus diperhatikan juga adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan fleksibel.

Mahatmi menyebut, Indonesia ke depannya harus mampu menciptakan tenaga kerja yang fleksibel dan adaptif untuk mengantisipasi mega tren. Adapun mega tren yang pertama adalah revolusi teknologi seperti yang berkembang seperti saat ini baik industri 4.0, digitalisasi, kecerdasan buatan, pemakaian biometrik, otomatisasi, robotik, big data dan lain lain.

Baca Juga: WFH karena Pandemi Pukul Properti Segmen Sewa-menyewa

"Itu akan mewarnai seluruh sendi kehidupan manusia, jadi teknologi akan membuka peluang baru di bidang yang belum pernah ada sebelumnya sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan UMKM dan peluang lainnya," ujar dalam Webinar Kagama Teraskita, Minggu (29/11/2020).

Mahatmi menambahkan, perkembangan teknologi akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih produktif dan dalam jumlah besar jika dibandingkan dengan lapangan kerja yang hilang. Nantinya akan banyak muncul jabatan baru yang dalam 10 tahun lalu tidak ada di dunia ini, seperti digital marketing specialist, social media manager, app designer, app developer, cloud services specialist, youtuber dan blogger.

"Jabatan-jabatan itu tentu saja harus diisi oleh mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis atau hard skill di bidang science, technology, engineering and mathematics tapi juga punya soft skill yang unggul, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pengelolaan SDM, kemampuan fleksibel secara kognitif, dan lainnya," kata dia.

Dia menyebut, kondisi-kondisi di atas juga akan mengarah kepada mega tren kedua yaitu revolusi keahlian. Keahlian tenaga kerja nantinya harus bisa menjawab tantangan perubahan pekerjaan, dimana jika tidak maka pekerja akan mengalami miss match yang jauh lebih besar dibanding saat ini.

"Jika revolusi keahlian tidak diantisipasi, produktivitas tenaga kerja kita tidak akan meningkat, kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain, sementara itu masyarakat yang tertinggal dan tidak mampu bertransisi tidak akan menikmati kesempatan ini," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini