Edhy Prabowo Sempat Diingatkan soal Kekeliruan Ekspor Benih Lobster

Djairan, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319766 edhy-prabowo-sempat-diingatkan-soal-kekeliruan-ekspor-benih-lobster-chIYS3Bz2M.jpg Benih Lobster (Foto: Instagram Susi)

Bahkan, kata dia, ada indikasi kekeliruan negara yang mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk ekspor yang ternyata tidak memiliki dasar hukum itu. “Betul itu memungkinkan timbulnya korupsi, dari selisih biaya angkut Rp1.800 dengan Rp200 per ekor dikali saja dengan 37 juta ekor benur yang sudah dikirim, ada nilai sekitar Rp60 miliar, padahal itu tidak ada dasar hukumnya," kata dia.

“Bahkan agak kacau juga, ada PPN di atas itu. Jadi ini menarik jika didengar oleh teman-teman Kementerian Keuangan, kenapa bisa ada PPN di atas pungutan yang tidak ada dasar hukumnya,” kata Effendi.

Dirinya telah memperingatkan Edhy jauh hari terkait masalah tersebut. Effendi menduga hal itu berawal dari adanya perbedaan antara Permen No. 12 tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah RI dengan draf rancangan permen itu sebelumnya.

Dia mengatakan Edhy ‘kecolongan’ terkait itu, di mana draf rancangan Permen No 12 tahun 2020 yang sebelumnya telah melalui proses perbaikan oleh 14 orang penasihat ahli sebelum akhirnya diserahkan ke Edhy untuk diterbitkan, namun akhirnya ada perubahan yang disengaja.

“Menurut bapak inspektur jenderal di KKP, ini bukan ulah ASN, tapi orang-orang luar yang masuk menjadi staf khusus menteri. Saya merasakan kekuatan Rp10 triliun lebih itu yang berusaha tetap bisa bermain di belakang terkait ekspor ini, itu persoalannya. Ada kecolongan, jadi harusnya (permen) direvisi segera,” kata Effendi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini