Pandemi Covid-19 Justru Bikin Gebrakan Baru pada Industri Properti

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 470 2319623 pandemi-covid-19-justru-bikin-gebrakan-baru-pada-industri-properti-B2mFOSzsY3.jpg Tren Properti Turun Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 mengubah hidup masyarakat secara keseluruhan. Berbagai sektor industri turut terdampak, salah satunya industri properti atau real estate.

Industri properti sempat mengalami penurunan pada masa pandemi. Sebagian orang memilih pindah atau mempertimbangkan kembali basis rumah mereka untuk alasan keuangan maupun pekerjaan.

Dilansir dari Business Insider Jakarta, Rabu (2/12/2020), beberapa profesional muda di bidang property atau real estate ini mampu memanfaatkan peluang yang ada meskipun berada dalam masa pandemi.

Emily Neff, 32, CBRE

Pada Maret 2020, hampir semua kantor ditutup. Neff yang berkerja pada CBRE (salah satu perusahaan real estate komersial di Amerika) menerima pertanyaan dari klien tentang seberapa banyak ruang kantor yang diperlukan, justru kini mendapat pertanyaan kapan kantor akan kembali bisa dibuka.

Baca Juga: Origin House, Rumah Pohon Bak Sarang Burung yang Nyaman dan Penuh Petualangan

Neff Bersama CBRE kemudian merintis layanan Reset Tempat Kerja. Di mana, kantor akan dipersiapkan sedemikian rupa sebelum karyawan akan masuk kembali selama pandemi global. Dia kemudian memberi penjelasan kepada klien tentang langkah-langkah keamanan yang harus diterapkan, papan nama mana yang harus dipasang di sekitar kantor, dan desain kantor secara keseluruhan.

"Kami membantu klien memahami berapa biaya untuk membuat perubahan ini dan membuka kembali, dan apakah biaya tersebut sepadan," kata Neff.

Tyler Biddle-Barrows, 31, Brown Harris Stevens

Pada 2012, Tyler Biddle-Barrows mendapatkan klien pertama yang merupakan seorang selebriti. Dirinya mewakili bintang "Two and a Half Men" Charlie Sheen, sebagai agen pembeli kondominium dua kamar tidur di Hollywood.

Sampai saat ini, agen Brown Harris Stevens telah berpartisipasi dalam penjualan sekitar USD90 juta. Biddle-Barrows telah bekerja sama dengan tim produksi teratas di tiga pasar utama Amerika-Los Angeles, New York City, dan Miami.

Baca Juga: Tanda-Tanda Transaksi Properti di Asia Mulai Pulih

Setelah pandemi, Biddle-Barrows membuat kesepakatan dengan penyedia penerbangan swasta, Blade. Hal Ini memungkinkan pembeli, penjual, dan pemilik properti untuk melakukan perjalanan dengan pesawat semi-pribadi dari Miami ke New York maupun sebaliknya selama krisis Covid-19.

Menurutnya, masa depan real estate akan saling terkait dengan sektor lain, termasuk teknologi, kemewahan, dan perjalanan.

Erik Conover, 31, Nest Seekers

Erik Conover adalah agen real estate terkenal di YouTube yang telah memiliki 1,5 juta subscribers. Lulusan dari Northeastern University dengan gelar dalam advokasi publik dan retorika serta minor dalam pemasaran bisnis ini memanfaatkan pengetahuan pemasarannya ke dalam saluran YouTube. Dia mulai pada tahun 2015 dan telah mengumpulkan 111 juta penayangan sejak itu.

Setelah memiliki banyak subscribers di YouTube selama tiga tahun terakhir, Conover menggunakan platform tersebut untuk mempromosikan properti. Sejak diluncurkan dengan Nest Seekers, dia terus melakukan hal tersebut secara konsisten.

Pada tahun 2018, dia menyadari bahwa konten real estate berpengaruh besar pada minat pembelian real estate mewah. Dari sanalah dia kemudian berkolaborasi dengan agen top dan bintang Bravo Ryan Serhant, Kevin O'Leary dari "Shark Tank" ABC, dan merek seperti Dyson dan American Express untuk memajukan kehadiran industrinya.

Jason Tenenbaum, 31, Prologis

Pada 2017, Jason Tanenbaum yang berkerja di Prologis pernah melakukan kesepakatan besar. Prologis membeli sebuah Gudang yang diberi nama Prologis Bronx. Gudang seluas 200.000 kaki persegi di Bronx ini dulunya merupakan toko karpet dan perlengkapan rumah, kemudian disewa oleh Amazon setelah penyewa sebelumnya, Walmart's Jet.com, meninggalkan ruangan.

Pembelian gudang ini merupakan contoh awal perusahaan logistik yang mulai mengubah jenis properti lain menjadi pusat distribusi jarak jauh karena angka e-niaga terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Ini memulai gelombang fokus di wilayah pada proyek bertingkat, saya sangat bangga karenanya," kata Tenenbaum.

McKenzie Ryan, 28, Compass

McKenzie Ryan adalah pendiri Asset Advisory Team di Compass. Berbasis di New York dan berfokus pada pengembangan strategi jangka panjang untuk aset klien mereka. Dengan keahlian dalam pemasaran dan pencitraan merek, dia secara teratur memberikan harga yang diminta penuh oleh penjualnya, dan menegosiasikan penawaran untuk pembelinya.

Baru-baru ini, Ryan berhasil menjual townhouse West Village yang telah berada di pasar selama empat tahun dengan harga penuh yang diminta oleh penjualnya. Bahkan majalah Forbes menyebut Ryan menjadi orang termuda yang menerima penghargaan top power broker.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini