Ada Vaksin Covid-19, Penjualan Properti Bakal Moncer?

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 470 2319631 ada-vaksin-covid-19-penjualan-properti-bakal-moncer-ZIOD9k8x34.jpg KPR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Hampir seluruh sektor industri ikut terdampak pandemi virus covid-19. Industri properti atau real estate akhir-akhir ini mengalami penurunan karena minat beli masyarakat yang juga berkurang.

Dilansir dari CNN Business Jakarta, Rabu (2/12/20), sebagian besar orang yang sebelumnya tinggal di kota besar, setelah pandemi justru memilih pindah ke pinggir kota. Hal ini didasari oleh alasan kesehatan dan keuangan. Namun, dengan adanya berita vaksin yang akan segera diproduksi, dapat membuat industri real estate di kota-kota besar kembali pulih.

Baca juga: Ada Bank Tanah, Biaya Bangun Rumah di Perkotaan Bisa Lebih Murah

“Sementara vaksinasi yang meluas masih jauh, berita saja merupakan pertanda baik bahwa real estate di kota-kota akan terus pulih karena prospek vaksin menjadi lebih realistis,” kata Richard Smith, ketua dan direktur eksekutif dari Foundation for the Study of Cycles , sebuah lembaga nonprofit yang mempelajari pola berulang di bidang ekonomi, ilmu sosial, dan alam.

Akankah Orang Kembali ke Kota?

Jonathan Miller, presiden Miller Samuel, penilai dan konsultan real estate di New York City, mengatakan bahwa semakin vaksin dapat mengembalikan kehidupan masyarakat kembali normal, pasar real estate di kota akan lebih banyak berubah.

"Begitu vaksin keluar, sekolah-sekolah dapat dibuka dan perusahaan besar membawa orang kembali, di situlah orang bisa membuat rencana itu," katanya.

 

Pembeli tidak akan meninggalkan pinggiran kota

Dottie Herman, kepala eksekutif dari Douglas Elliman Real Estate mengatakan bahwa sebagian orang terutama mereka yang berpenghasilan lebih tinggi akan tetap membeli rumah kedua di dekat kota sebagai tempat perlindungan.

Ini menciptakan permintaan baru pada rumah, di mana harus mencangkup outdoor space dan ruangan kerja. Herman mengatakan bahwa saat ini orang-orang sudah merasa nyaman bekerja dari rumah, sehingga kemungkinan akan tetap memilih untuk tinggal jauh dari kota.

“Orang sudah terbiasa bekerja dari rumah dan merasa nyaman tinggal jauh dari kota. Itu tidak akan berubah dengan vaksin. Rumah kedua akan terus menjadi pasar yang berkembang pesat secara nasional,” kata Herman.

Akankah tingkat hipotek tetap rendah?

Sepanjang masa menuju November, suku bunga hipotek mencapai level terendah 12. Beberapa ekonom bahkan mengatakan suku bunga yang lebih rendah mungkin akan terjadi. Namun, sebagian lagi mengatakan bahwa berita vaksin dapat membalikkan tren penurunan.

"Sementara suku bunga selalu tidak dapat diprediksi, rekor terendah yang berkelanjutan tampak kurang mungkin dalam kaitannya dengan peristiwa baru-baru ini," kata Brendan Phillips, seorang analis pasar modal di Better.com, pemberi pinjaman online.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini