Harga Minyak Sawit Diprediksi Naik, Ini Penyebabnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320234 harga-minyak-sawit-diprediksi-naik-ini-penyebabnya-ydXSQSlHxq.jpg Industri kelapa sawit (Foto: Reuters)

JAKARTA - Permintaan kelapa sawit diprediksi akan kembali pulih pada tahun depan. Ditambah lagi, harga dari minyak kelapa sawit juga akan mengalami peningkatan pada tahun depan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada tahun diperkirakan harga minyak kelapa sawit meningkat menjadi USD668 per metric ton. Sebelumnya, pada tahun ini minyak sawit dijual dengan harga USD650 per metrik ton.

Baca Juga: Devisa dari Sawit Diprediksi Capai Rp298 Triliun

"Minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan harga pada tahun 2021 menjadi sekitar USD668 per metrik ton," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Efek Covid-19, Pasar Minyak Sawit Belum Pulih 100% di Tahun Depan

Mantan Menteri Perindustrian itu menambahkan, salah satu penyebab kenaikan harga minyak kelapa sawit yaitu aktivitas ekonomi yang mulai dibuka di negara-negara lain. Sehingga permintaan terhadap minyak sawit juga akan kembali meningkat.

"Pada tahun 2021,diperkirakan permintaan minyak sawit diharapkan pulih seiring dengan ekonomi yang kembali terbuka," ucapnya.

Selain itu lanjut Airlangga, peningkatan harga minyak sawit juga didukung oleh peningkatan permintaan di dalam negeri. Apalagi pemerintah juga telah menerapkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan bauran minyak sawit.

“Kebijakan biodiesel, peningkatan permintaan oleh mitra dagang besar, dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan harga pada tahun 2021,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini