Si Miskin Lebih Banyak Belanja Dibanding si Kaya Selama Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320486 si-miskin-lebih-banyak-belanja-dibanding-si-kaya-selama-covid-19-44dvVGHa5H.jpg Kelompok Masyarakat Menengah ke Bawah Lebih Banyak Belanja Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan bahwa kelompok dengan pendapatan rendah berbelanja lebih banyak selama pandemi, dengan dominasi belanja berupa pangan. Hal ini menunjukan adanya perubahan pola pengeluaran selama pandemi.

“Yang belanja itu kelompok bawah, yang kaya tidak belanja, kenapa karena dia mengurangi konsumsi non-ensesialnya,” kata ekonom sekaligus Komisaris Utama Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu, Menko Luhut: Kita Akan Mampu Keluar dari Krisis

Chatib mengatakan data tersebut merupakan data Office of Chief Economist Bank Mandiri. Pengeluaran kelompok kaya turun ke angka 69,7% dari posisi normal 100% dan kelompok menengah mengurangi belanja hingga di angka 72,%.

Sedangkan kelompok miskin meski turun, pengeluaran yang didominasi makanan masih berada di angka 84,2%. Dalam data Tim Ekonomi Bank Mandiri tersebut dipaparkan kelompok dengan pendapatan tetap, yaitu orang yang mendapat gaji, hampir tidak terdampak pandemi.

Baca Juga: Pasca-Resesi, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% di 2021 tapi Ada Syaratnya

“Tetapi kalau kita melihat mereka yang berada di sektor informal, income-nya 70%% dari kondisi normal, berarti covid ini membuat pendapatannya turun sekitar 30%, dan dunia usaha atau UMKM 15% lebih rendah,” ujarnya.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah, sebaiknya difokuskan untuk dua kelompok terdampak dan menjaga kelompok miskin agar tetap bisa berbelanja makanan. Selain itu perlu mendorong kelompok menengah dan kaya mulai berbelanja kembali.

Chatib juga melihat sejauh ini pengeluaran negara untuk bantuan sosial cukup efektif mendongkrak perekonomian.

“Itu realisasinya memang sudah 82% dari total 100%, jadi yang paling efektif memang adalah realisasi budget untuk bantuan sosial, BLT, PKH, sembako relatif di bawah, tapi transfer BLT sangat efektif,” tambah Chatib. Kebijakan ini tersebut telah membuat konsumsi yang sempat minus 5,5% menjadi minus 4%,” tuturnya. .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini