Menko Luhut dan Erick Thohir Terbang ke Jepang, Mau Ngapain Pak?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320504 menko-luhut-dan-erick-thohir-terbang-ke-jepang-mau-ngapain-pak-PgPK1jCnuj.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Melakukan Kunjungan Kerja ke Jepang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Duta Besar (Dubes) RI-Tokyo Heri Akhmadi mengatakan bahwa Indonesia bertekad mendirikan lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau lebih dikenal dengan Nusantara Investment Authority (NIA).

Presiden Jokowi pun menugaskan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir berbicara dengan pemerintah dan pengusaha terkait di Tokyo Jepang pada 3-4 Desember 2020 untuk mendapatkan dukungan tersebut.

Baca Juga: Bentuk Lembaga Pengelola Investasi, Apa Bedanya dengan PIP dan SMI?

"Kunjungan kedua Menteri ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Presiden Jokowi dan PM Jepang di Bogor pada tanggal 20 Oktober 2020," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2020).

Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir direncanakan akan bertemu sejumlah pejabat Kementerian Ekonomi (METI) dan beberapa lembaga keuangan di Jepang, antara lain Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Baca Juga: Sri Mulyani dan Erick Thohir Awasi Langsung Lembaga Pengelola Investasi

Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia adalah lembaga yang akan berfungsi mengelola investasi dan menunjang pembangunan ekonomi Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengharapkan NIA dapat mendorong perbaikan iklim investasi, pengembangan nilai aset negara dan menunjang pembangunan ekonomi, khususnya dalam mendukung realisasi proyek-proyek prioritas nasional. Selain penjajakan dukungan dari Jepang, Pemerintah Indonesia juga tengah jajaki dukungan dari Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, pmerintah segera membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Lembaga ini akan berbeda dengan sejumlah lembaga yang sebelumnya sudah ada untuk mengelola investasi dari pemerintah.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatawarta mengatakan, tugas LPI akan berbeda, misal dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkeu.

"BLU yang saat ini mengelola dana untuk membantu dan membiayai kegiatan usaha mikro. Bentuknya BLU bukan kekayaan umum dipisahkan, jadi perlu disesuaikan dengan ketentuan keuangan negara," kata Isa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini