RI Dihadapkan Besarnya Pengangguran akibat PHK Massal, Jokowi: Kita Harus Bergerak Cepat

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2320873 ri-dihadapkan-besarnya-pengangguran-akibat-phk-massal-jokowi-kita-harus-bergerak-cepat-VqFzpekmkq.jpg Pengangguran Meningkat Akibat Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Salah satunya mengenai tingginya angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian Nasional.

Selain masa pengangguran yang semakin meningkat di masa pandemi, terdapat juga permasalah lain yang muncul, seperti besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan kerja.

Baca Juga: Angka Pengangguran Capai 9,77 Juta Orang, Terbanyak Usia 15-24 Tahun

"Kita harus bergerak cepat karena masih banyak PR yang belum kita selesaikan. Kita akan dihadapkan pada besarnya jumlah pengangguran akibat PHK di masa pandemi, kita menghadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan pekerjaan," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Untuk mengatasi hal tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan pemerintah berlomitmen untuk melakukan reformasi struktural, seperti membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.

Baca Juga: UMKM Harus Diselamatkan agar Pengangguran Berkurang

"Kita semuanya tahu posisi nomor satu di global complexity index yang paling rumit di dunia dan itu harus kita akhiri. Itulah semangat yang mendasari lahirnya UU Cipta Kerja," kata dia.

Dengan kehadiran UU Cipta Kerja, pemerintah berharap undang-undang ini dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif berdaya saing.

"Agar UMKM lebih berkembang, dan industri padat tenaga kerja tumbuh dengan pesat. Perizinan dipermudah, izin usaha UMKM cukup dengan pendaftaran saja dan banyak kemudahan-kemudahan lainnya," ucapnya.

Sebelumnya, Pandemi virus corona (Covid-19) mempengaruhi hampir sebagian besar lini bisnis di Indonesia. Hal ini membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, salah satunya dengan mengurangi jumlah pekerja.

Dampaknya, angka pengangguran pun semakin bertambah karena banyak perusahaan yang terpaksa harus merumahkan karyawannya. Kini angka pengangguran bertambah hingga mencapai 9,77 juta orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatjumlah pengangguran periode Agustus 2020 mengalami peningkatan sebanyak 2,67 juta orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini