Ekonomi Membaik, Pertumbuhan Kredit Bisa 9% pada 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2320877 ekonomi-membaik-pertumbuhan-kredit-bisa-9-pada-2021-1u9XCtTPAP.jpg BI Optimis Pertumbuhan Kredit 2021 Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis pemulihan penyaluran kredit perbankan pada 2021 seiring membaiknya ekonomi Nasional dan global. Dirinya yakin pertumbuhan kredit bisa tumbuh 9% tahun depan.

Perry menjelaskan, tingkat kredit perbankan ke depannya akan kondusif seiring dengan likuiditas yang mencukupi dan pihaknya akan terus mendorong kredit perbankan.

Baca Juga: Bos BRI: Bank Lagi Kelebihan Duit tapi yang Ajukan Kredit Sedikit

"Kita terus mendorong kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran untuk mengatasi kredit. Di mana pertumbuhan kredit pada 2021 dapat mencapai 7% sampai 9%," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Perry menambahkan, perkiraan tersebut sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi serta berlanjutnya stimulus kebijakan baik dari sisi fiskal maupun moneter dan makroprudensial.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Bank Minus Jelang Akhir Tahun, Ini Penyebabnya

"Kinerja korporasi secara perlahan juga membaik, tercermin dari peningkatan penjualan, kemampuan bayar, serta penerimaan perpajakan, terutama pada sektor Industri dan perdagangan," kata dia.

Selain itu, Perry menyebut bahwa suku bunga kredit yang mulai turun dan penawaran kredit yang mulai bangkit akan terus menggenjot penyaluran kredit tahun 2021 mendatang. Perpanjangan restrukturisasi kredit oleh OJK disebutnya akan mendorong permintaan kredit sejalan dengan membaiknya penjualan dan kemampuan bayar korporasi besar.

Perry menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kebijakan moneternya dengan mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit yang masih memiliki potensi ditengah pandemi. Menurutnya, dengan kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter ekonomi nasional akan bisa pulih ke depannya.

"Stimulus fiskal dan moneter perlu mempertemukan antara perbankan dan dunia usaha untuk mengatasi asimetri information dan persepsi risiko dalam penyaluran kredit," tuturnya.

Selain itu, Perry menyebut bahwa suku bunga kredit yang mulai turun dan penawaran kredit yang mulai bangkit akan terus menggenjot penyaluran kredit tahun 2021 mendatang. Perpanjangan restrukturisasi kredit oleh OJK disebutnya akan mendorong permintaan kredit sejalan dengan membaiknya penjualan dan kemampuan bayar korporasi besar.Perry menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kebijakan moneternya dengan mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit yang masih memiliki potensi ditengah pandemi. Menurutnya, dengan kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter ekonomi nasional akan bisa pulih ke depannya.

"Stimulus fiskal dan moneter perlu mempertemukan antara perbankan dan dunia usaha untuk mengatasi asimetri information dan persepsi risiko dalam penyaluran kredit," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini