Masa Kritis Telah Berlalu, Gubernur BI: Alhamdulillah Ekonomi Membaik

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2320890 masa-kritis-telah-berlalu-gubernur-bi-alhamdulillah-ekonomi-membaik-JMIyx0hNH0.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTAPerekonomian Indonesia tertekan selama masa pandemi covid-19. Bahkan pertumbuhan ekonomi terpaksa masuk ke jurang resesi akibat pandemi yang melanda selama sembilan bulan ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersyukur bahwa Indonesia telah melalui titik terendah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia menyebut, perekonomian nasional terus membaik dan stabil yang disebabkan oleh sinergi yang dilakukan masing-masing otoritas baik fiskal, moneter serta keuangan.

Baca Juga: Jokowi Bawa Kabar Baik, Ekonomi RI ke Arah Positif 

"Sembilan bulan sudah berjuang melawan Covid-19, Alhamdulillah masa kritis telah berlalu dengan sinergi, stabilitas terjaga, dan perekonomian membaik," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Perry optimis bahwa pada tahun 2021 mendatang pertumbuhan ekonomi global akan kembali tumbuh di kisaran 5%. Adapun hingga akhir tahun ini, perekonomian global diproyeksi akan mengalami kontraksi di kisaran 3,8%.

 

Optimisme yang dia sampaikan tidak terlepas dari sinyal pemulihan yang sudah terlihat di beberapa negara, seperti China dan Amerika Serikat. Membaiknya perekonomian kedua negara tersebut turut didukung oleh stimulus fiskal dan moneter yang cukup besar digelontorkan sebagai pelindung untuk meredam dampak pandemi.

"Selain itu, mobilitas manusia serta aktivitas perekonomian akan kembali meningkat, ketidakpastian mereda, dan aliran modal asing akan mulai kembali masuk ke emerging market," kata dia.

Perry juga menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 akan kembali menunjukkan perbaikan dan akan terus tumbuh di kisaran 4,8% hingga 5,8% pada tahun 2021.

"Perekonomian juga meningkat di seluruh daerah didukung kenaikan ekspor dengan perbaikan ekonomi global, pertumbuhan konsumsi dengan stimulus bantuan sosial pemerintah, peningkatan investasi dengan stimulus belanja modal, serta pertumbuhan investasi swasta dengan UU Cipta Kerja selain itu juga meningkatnya mobilitas manusia dengan adanya vaksinasi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini