Industri Asuransi Bertahan Selama Pandemi Covid-19, Caranya?

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2320954 industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya-uenN4fGYfG.jpg Asuransi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama sembilan bulan sangat berdampak terhadap pola perilaku masyarakat. Masyarakat kini lebih aware terhadap kesehatan.

Tak hanya itu, masyarakat beralih kepada digitalisasi, baik dalam mencari informasi dan membeli barang dan jasa, semuanya dilakukan secara online. Bahkan, pasca pandemi pun, imbasnya adalah mereka terbiasa serba online, sehingga standar pelayanan yang diekspektasikan pun pasti semakin tinggi.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Asuransi Gagal Panen dan Peternak Sapi

Riset McKinsey & Company COVID-19 Consumer Pulse Surveys memaparkan perilaku pembelian pelanggan Indonesia bergeser secara online dan kemungkinan besar akan berlanjut setelah krisis. Hal ini didukung pula dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek akan teknologi.

Hassan kemudian membeberkan strateginya agar industri asuransi bisa bertahan baik selama dan pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga: OJK Tak Obral Izin Penjualan Unitlink Virtual

"Pertama-tama, consumer experience ini sangat penting. Kami memikirkan bagaimana bisa memberikan produk asuransi yang tepat di waktu yang tepat pula," ujar Chief Marketing Officer (CMO) Adira Insurance Hassan Karim dalam Coffee Break With Adira Insurance secara virtual di Jakarta, Kamis(3/12/2020).

Dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis. Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif.

"Strategi kami dalam memenangkan pasar adalah dengan berfokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi," tambah Hassan.

Dia menyebutkan, selama ini banyak pandangan bahwa produk asuransi ribet dan tidak mudah dipahami. Oleh karena itu, Adira Insurance menghadirkan produk yang lebih simple dan mudah dipahami oleh nasabah dan calon nasabah.

"Masih banyak juga orang Indonesia yang belum terhubung ke bank, jadi kami juga memberikan opsi payment gateway selain bank untuk memudahkan mereka," ungkap Hassan.

Saat ini Zurich memegang 80% saham Adira Insurance dan menjadi salah satu asuransi umum internasional teratas di Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Zurich, kami melihat peluang yang sangat besar di industri asuransi di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum konvensional dan Syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia," tutur Hassan.

Di tengah kondisi sulit ini, sejumlah perusahaan asuransi umum bisa tetap mencatatkan perolehan premi yang baik. PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) merupakan 5 perusahaan asuransi umum teratas yang tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020 yang dipublikasikan pada 9 November lalu.

Adira Insurance, yang diakuisisi Zurich Insurance Company (Zurich) pada November 2019, berhasil membukukan premi bruto kuartal III/2020 senilai Rp 1,5 Triliun atau naik sebesar 23,1% (yoy) dari kuartal III/2019 senilai Rp1,22 Triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini