Harga Emas Naik Lagi, Investor 'Buang' Dolar AS

Jum'at 04 Desember 2020 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321353 harga-emas-naik-lagi-investor-buang-dolar-as-9aYB7LByE6.jpg Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Ini mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.

Kenaikan harga emas didorong kejatuhan dolar dan harapan investor akan terobosan dalam negosiasi paket bantuan baru virus corona Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik lagi USD10,9 atau 0,6% menjadi ditutup pada USD1.841,10 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (2/12), emas berjangka terangkat USD11,3 atau 0,62% menjadi USD1.830,20 dolar AS.

Emas berjangka melonjak USD38 atau 2,13% menjadi USD1.818,90 pada Selasa (1/12), setelah turun USD7,2 atau 0,4% menjadi USD1.780,90 pada Senin (30/11), tingkat terendah sejak 2 Juli, dan anjlok USD23,10 atau 1,28% menjadi USD1.788,10 pada Jumat (27/11).

Anggota parlemen AS berusaha menuntaskan kesepakatan tentang bantuan untuk ekonomi AS yang sedang sakit dengan tanda-tanda bahwa proposal bipartisan senilai USD908 miliar mendapatkan daya tarik, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan untuk RUU bantuan.

Baca Juga: Daftar Terbaru Harga Emas Antam yang Naik Rp5.000 

Presiden terpilih Joe Biden yang akan berkuasa di Washington dapat menyebabkan lebih banyak stimulus, kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Tetapi pada akhirnya, "pasar emas mengharapkan lebih banyak stimulus" daripada yang dinegosiasikan, tambahnya, membatasi kenaikan emas.

Optimisme seputar kesepakatan stimulus dan kemajuan vaksin COVID-19 membuat indeks dolar mendekati level terendah lebih dari dua tahun, meningkatkan daya tarik emas di antara investor yang memegang mata uang lain.

"Pembicaraan stimulus dan pelemahan dolar lebih lanjut memberikan lebih banyak dukungan untuk emas," kata analis StoneX, Rhona O'Connell dalam sebuah catatan.

 Pekan Pertama, Emas Dunia Naik 0,19%

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 21% tahun ini, diuntungkan dari suku bunga yang mendekati nol dan risiko inflasi yang lebih tinggi yang kemungkinan besar dihasilkan dari stimulus besar-besaran secara global untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi.

Emas menemukan dukungan tambahan ketika Institute for Supply Management (ISM) pada Kamis (3/12) melaporkan bahwa indeks non-manufaktur berada di 55,9% pada November, turun dari 56,6% pada Oktober. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Kenaikan emas juga agak terbatas setelah laporan pengangguran mingguan menunjukkan bahwa orang Amerika yang mencari klaim tunjangan pengangguran turun menjadi 712.000 minggu lalu, kurang dari 787.000 klaim yang diajukan pada minggu sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 5,7 sen atau 0,24% menjadi ditutup pada USD24,137 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD26,5 atau 2,62% menjadi menetap di USD1.038,6 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini