Jumlah Pengunjung Mal Meningkat tapi Masih Sayang 'Buang' Duit

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321384 jumlah-pengunjung-mal-meningkat-tapi-masih-sayang-buang-duit-wQzwCe7V7X.jpg Mal Dibuka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tingkat pengunjung ke pusat perbelanjaan atau mal kian menunjukkan adanya peningkatan, meski pergerakannya masih amat lambat. Namun, kunjungan mereka ke sana belum mengembalikan geliat usaha seperti sebelum ada pandemi Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengakui bila orang yang pergi ke mal sudah mulai meningkat. Tapi, kebanyakan mereka masih enggan untuk berbelanja dan hanya menghabiskan uangnya untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

"Pola belanja masyarakat saat ini masih terpusat kepada kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan rumah tangga akibat daya beli yang merosot," kata Alphonz kepada Okezone, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Pak Anies, Tolong Pembatasan Aktivitas di Mal Diperlonggar 

Menurut dia, peningkatan kunjungan ke mal itu terjadi lantaran masyarakat sudah percaya protokol kesehatan di pusat perbelanjaan sudah berjalan dengan baik. Sehingga, mereka meyakini bila di sana tak akan menjadi klaster pusat penyebaran virus corona.

"Masyarakat sudah semakin terbiasa dengan Protokol Kesehatan dan sudah semakin yakin serta percaya bahwa Pusat Perbelanjaan adalah salah satu fasilitas masyarakat yang aman untuk dikunjungi dan berbelanja secara sehat," ujarnya.

 Sensasi Mengelilingi Mal Pakai Sepeda

Dia meminta agar dalam masa PSBB transisi ini ada aturan pembatasan usaha di mal yang lebih diperlonggar.

"Beberapa sektor usaha yang masih belum dilonggarkan agar supaya dapat segera mulai dilonggarkan," kata dia.

Dia menyebut kini masih ada beberapa jenis usaha yang masih belum bisa beroperasi atau operasionalnya dibatasi.

"Saat ini masih ada beberapa pembatasan seperti pameran masih belum diperbolehkan. Bioskop hanya boleh 25%. Salon kecantikan masih belum boleh beroperasi, dan lainnya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini