PBNU Dukung Bank Syariah Indonesia, Apa Alasannya?

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 278 2329986 pbnu-dukung-bank-syariah-indonesia-apa-alasannya-VuXlG498Yw.jpg Bank Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkap sejumlah alasan terkait perlunya dukungan pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Adapun Bank Syariah Indonesia merupakan hasil merger tiga bank syariah milik Himbara.

Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengatakan, alasan pertama, bank hasil merger dinilai bisa memberi manfaat besar bagi publik karena memiliki modal dan aset yang besar. Kedua, penggabungan tiga bank syariah milik Himbara menciptakan efisiensi bagi bank-bank yang terlibat, serta secara khusus di industri perbankan syariah.

 Baca juga: Ada Bank Syariah Indonesia, Bos BI Gembira

"Kemudian, diharapkan Bank Syariah Indonesia bisa persebarannya ini merata karena kekuatannya besar. Keberadaannya yang tersebar di berbagai daerah membuat manfaat bank ini bisa dirasakan oleh umat, ujar Marsudi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Selain mengungkap alasan mendukung merger bank syariah milik Himbara, PBNU juga menyampaikan harapan agar Bank Syariah Indonesia bisa menjawab segala nada pesimis dan kritis yang ditujukan kepada mereka.

 Baca juga: Bank Syariah Indonesia Terbentuk, Ini Tugas dari Muhammadiyah

Kemudian, entitas hasil merger diharap bisa memiliki fokus serta rencana bisnis yang jelas ke depannya. Bank Syariah Indonesia harus segera menentukan apakah akan fokus melayani nasabah segmen korporat atau ritel.

"Memang ada pandangan yang mengkritisi merger ini, yaitu apa bisa bank ini gesit, lincah, untuk menangkap peluang peluang yang besar ini? Nah ketika ada yang mengkritisi ini diharap bisa dijawab oleh Bank Syariah Indonesia," kata dia.

Marsudi menambahkan, Bank Syariah Indonesia harus bisa memiliki fasilitas serta layanan dan produk bertaraf internasional. Hal ini diperlukan agar Bank Syariah Indonesia betul-betul menarik di mata masyarakat dan pasar, serta menjadi solusi bagi nasabah nasional serta global yang membutuhkan berbagai layanan keuangan syariah.

"Tidak boleh kalah dengan fasilitas bank konvensional baik dari segi IT atau layanan internasional. Kan macam-macam itu layanannya, produk-produknya harus lebih menarik dan bisa diterima oleh kebutuhan pasar. Masih banyak produk baru yang bisa dikembangkan oleh Bank Syariah Indonesia pasca merger sehingga bisa menopang model-model transaksi syariah baik nasional atau internasional," ucapnya.

Marsudi berpesan agar Bank Syariah Indonesia tidak gegabah ketika hendak mengambil kebijakan yang terkait Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan. "Kalau ada rasionalisasi SDM, saya harap dengan kajian yang mendalam sehingga sisi mana yang harus dirasionalkan dan diperlukan. Jangan memberatkan dan jangan sampai tidak adil atas human resource yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Robikin Emhas menyampaikan bahwa kehadiran bank syariah yang kuat diperlukan Indonesia untuk menjawab kondisi semakin bergairahnya pertumbuhan ekonomi syariah global. Dia menilai positif proses penggabungan tiga bank syariah milik negara yang hingga kini masih berjalan dan jika tak ada aral kendala, Bank Syariah Indonesia akan efektif beroperasi per 1 Februari 2021.

"Saya kira bagus merger bank syariah BUMN ini. Bank syariah yang kuat sangat dibutuhkan di tengah makin bergairahnya pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai negara, termasuk di Indonesia," ujar Robikin.

Bank syariah hasil merger ini digadang-gadang memiliki aset total Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan bank hasil merger masuk daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

"Selama ini belum ada kami lihat market untuk sukuk global, terutama di middle east. Potensi market ini luar biasa besar," kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi. Bank Hasil Penggabungan juga akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini