Share

Obligasi Negara Berkembang Masih Menjanjikan, Ini Alasannya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 320 2337313 obligasi-negara-berkembang-masih-menjanjikan-ini-alasannya-aCR6XoM6P8.jpg Grafik ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Memasuki tahun 2021, mayoritas bank sentral negara maju telah memberikan indikasi untuk mempertahankan suku bunga acuan di level mendekati nol. Hal ini demi menopang perekonomian yang sedang berada dalam proses pemulihan.

Senior Investment Strategist, OCBC Bank Dengan Vasu Menon mengatakan beradanya suku bunga di level yang sangat rendah, sepertinya imbal hasil obligasi pemerintah tidak akan lagi cukup untuk menutupi pelemahan aset berisiko di dalam suatu portofolio.

 Baca juga: Pasar Obligasi Bisa Jadi Pilihan Investor di Tahun Baru

"Investor akan mencari aset alternatif lainnya untuk menopang kinerja portofolio," ucap dia di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Dia melanjutkan untuk outlook obligasi korporasi negara berkembang (EM) saat ini berada di salah satu waktu yang paling menjanjikan. Pertumbuhan semakin cepat, seiring dengan perkembangan positif dari segi vaksin Covid-19.

 Baca juga: Kemenkeu Jual Obligasi Langsung ke BI, Ini Caranya

"Dolar AS sedang dalam tren pelemahan, sementara harga komoditas seperti timah sedang menguat dan biasanya pertanda baik bagi obligasi korporasi Emerging market," kata Menon.

Di bawah kepresidenan Joe Biden, kebijakan luar negeri AS akan lebih menyokong dan diplomatis, dan akan menjadi hal yang baik untuk pasar obligasi secara keseluruhan.

Terlebih lagi, lanjutnya, walaupun Kongres saat ini terlihat terbagi, stimulus fiskal AS diperkirakan akan cukup signifikan dan akan dapat menopang perekonomian, terutama bagi industri ketenagakerjaan.

Menon memperkirakan suku bunga di negara maju akan berada di level yang sangat rendah dalam periode yang cukup lama. "Hal ini akan mendorong investor untuk mencari alternatif investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi sepanjang tahun 2021, sehingga diharapkan akan dapat menguntungkan obligasi EM Hight Yield," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini