Wajah Baru Dunia, Ini 8 Bangunan Menawan Paling Dinantikan di 2021

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 470 2338034 wajah-baru-dunia-ini-8-bangunan-menawan-paling-dinantikan-di-2021-XcHTe6V6tp.jpg Sunac Guangzhou Grand Theatre (Foto: Chong Art Photograpy)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 berdampak besar pada hampir ke semua aspek kehidupan. Tak hanya terkait bisnis dan perekonomian, tapi juga berpengaruh pada pekerjaan proyek-proyek di seluruh dunia.

Banyak proyek-proyek bangunan di seluruh dunia, yang terpaksa ditunda atau dihentikan karena pandemi. Meski begitu, terdapat sejumlah bangunan baru yang menarik dan siap menyambut tahun 2021.

 Baca juga: Ketum IAI Wafat, Triawan Munaf: Selamat Jalan Kang Dju

Dirancang bertahun-tahun yang lalu, struktur bangunan ini memang tidak mencerminkan prioritas desain baru yang muncul akibat pandemi Covid-19. Namun, bangunan ini sangat sesuai dengan semangat masyarakat dan berkelanjutan dari arsitektur kontemporer terbaik dunia.

Dilansir dari CNN Style Jakarta, Minggu (3/1/2021), dari museum hingga tempat seni pertunjukan, berikut ini adalah bangunan yang diharapkan rampung dan dibuka pada tahun 2021.

1. Far Rockaway Library, New York

 Far Rockaway Library (Snohetta)

Sebuah perpustakaan umum yang baru di lingkungan Far Rockaway di Queens, New York ini, akan menggantikan perpustakaan kecil tapi populer yang sebelumnya berada di titik yang sama. Namun, fasilitas baru ini akan dibangun dengan menggandakan ukuran menjadi 20.000 kaki persegi.

 Baca juga: Hari Aristek Indonesia, Yuk Kenali Kantor Avenger Cabang Merauke

Sebagian besar bangunan ini dipenuhi oleh panel kaca, sehingga cahaya mudah masuk melalui segitiga kaca di pintu masuk. Menurut arsitek proyek Snøhetta, perusahaan Norwegia di balik terobosan restoran bawah air Under, rona emas bangunan mencerminkan warna langit Long Island.

2. Taipei Performing Arts Center, Taipei

 Taipei Performing Arts Center (OMA Chris Stowers)

Sejak kontruksi dimulai pada delapan tahun lalu, Taipei Performing Arts Center dipastikan akan selesai pada pertengahan 2021. Dengan perkiraan biaya 5,4 miliar dolar Taiwan Baru (setara 2,7 triliun rupiah). Bangunan ini terlihat menarik karena memiliki bentuk seperti bola menonjol di satu sisinya.

Tak hanya eksteriornya yang menimbulkan intrik. Skema bangunan ini menampilkan tiga teater yang beroperasi secara independen tetapi dihubungkan ke dalam kubus pusat, di mana area belakang panggung yang fleksibel dapat dikonfigurasi untuk melayani pengunjung.

3. Aquarela, Quito

 Aquarela Quito (Humboldt Arquitectos SL)

Setelah memenangkan Pritzker Prize atau biasa disebut Penghargaan Nobel arsitektur lebih dari 10 tahun lalu, arsitek Prancis Jean Nouvel terus membuat kagum atas karya-karyanya. Aquarela menjadi salah satu proyek terbarunya yang merupakan kompleks perumahan 650 unit di lingkungan Cumbaya, ibu kota Ekuador, Quito.

Terdiri dari beberapa bangunan sembilan lantai yang terpisah, balkon panjang membentang di antara bangunan tersebut. Lapisan batu, daun jendela kayu, dan penghijauan eksterior, mencerminkan bangunan yang sesuai dengan topografi pegunungan di kawasan itu, sekaligus menawarkan penghuni kedekatan yang nyata dengan alam.

4. Hotel Green Solution House (GSH), Rønne

 Hotel Green Solution House(GXN)

Denmark akan segera menyambut hotel pertama yang dirancang untuk menyimpan lebih banyak karbon daripada yang dipancarkannya selama masa pakainya. Hampir seluruh strukturnya terbuat dari kayu, di mana sebagian besar telah didaur ulang menggunakan potongan dari industri konstruksi dan pembuatan furnitur. Di sisi lain, puing-puing tambang granit lokal digunakan sebagai dekorasi.

Dua kelompok arsitektur di baliknya, 3XN dan GXN, juga telah melihat ke masa depan bangunan dengan menghubungkan komponen individualnya menggunakan sambungan yang dapat dibalik. Dengan demikian dapat digunakan kembali setelah hotel mencapai akhir masanya.

5. House of Hungarian Music, Budapest

 House of Hungarian Music (Sou Fujimoto Architects)

Museum, tempat musik, dan pusat pendidikan ini merupakan salah satu desain paling menonjol dari Proyek Liget Budapest, perombakan taman umum terbesar di ibu kota Hungaria. Didesain oleh arsitek terkenal Jepang, Sou Fujimoto, bangunan ini terletak di dekat Danau Városliget.

Atap bangunan ini didesain bergelombang dengan menampilkan pepohonan yang menjangkau melalui beberapa lubang besar. Selain diperuntukkan sebagai tempat merayakan tradisi musik di Hungaria, bangunan ini juga berfungsi untuk memikat pengunjung taman ke fasilitas umum di permukaan tanah, di mana desain yang sebagian besar tembus cahaya membantu mengikis perbedaan antara luar dan dalam.

6. OurDomain Student Housing, Amsterdam

 OurDomain Student Housing (OZ)

Kampus perumahan baru di Belanda yang berisi sekitar 1.500 apartemen ini, menawarkan mahasiswa Amsterdam jenis fasilitas bersama dan lanskap hijau. Dengan luas 90.000 meter persegi dan dibagi menjadi tiga bangunan yang berbeda secara estetika. Bagian paling mencolok di antaranya adalah bagian dengan semburan warna piksel.

OZ Architect, biro desain di balik proyek tersebut, berharap dengan hadirnya hunian mahasiswa dapat meramaikan kawasan komersial yang hingga saat ini didominasi oleh gedung perkantoran.

7. Floating Music Hub, São Vincente

 Floating Music Hub (Kriolscope)

Selama 10 tahun terakhir, kelompok arsitektur dan urbanisme NLÉ telah bereksperimen dengan cara inovatif untuk membangun dengan cepat dan murah di atas air. Sistem Apung Makoko yang dirancang sendiri oleh perusahaan, telah digunakan untuk membangun sekolah di Nigeria dan Belgia.

Bangunan baru dari perealisasian sistem ini adalah pusat pertunjukan dan seni di Cape Verde. Dibangun di Samudra Atlantik, tiga bangunan ringan akan menjadi tempat pertunjukan live, studio rekaman, dan bar. Ini menunjukkan bahwa arsitektur terapung yang mudah dirakit dapat menawarkan alternatif terjangkau untuk tempat budaya tradisional.

8. Sunac Guangzhou Grand Theatre, Guangzhou

 Sunac Guangzhou Grand Theatre (Foto Chong Art Photograpy)

Berlokasi di kota Guangzhou, China Selatan, teater dengan 2.000 kursi yang didesain oleh Steven Chilton Architects yang berbasis di London ini, terinspirasi oleh tekstur sutra sulaman. Selain itu juga mengacu pada sejarah kota sebagai pusat perdagangan, serta gambar seniman Zhang Hongfei yang seperti tato dengan ilustrasi emas menghiasi selubung merah.

Terdiri dari ribuan panel aluminium, eksteriornya tampak berlipat, pintu masuk dari permukaan tanah dan memberikan bangunan kualitas pahatan yang indah. Arena melingkar di dalam bagunan telah dikonfigurasi untuk menyelenggarakan pertunjukan 360 derajat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini