3 Perusahaan China Ditendang dari Bursa Efek AS, Beijing Tak Tinggal Diam

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 278 2338355 3-perusahaan-china-ditendang-dari-bursa-efek-as-beijing-tak-tinggal-diam-BmmO2lAZtK.jpg Perang Dagang China-AS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - New York Stock Exchange (NYSE) atau bursa efek New York mengeluarkan keputusan untuk menghapus atau memblok saham tiga raksasa telekomunikasi asal China. Keputusan itu langsung ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada November lalu.

Menangggapi hal itu, Kementerian Perdagangan China berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap keputusan orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut. Hal ini sebagai bukti negara melindungi setiap perusahaan yang sedang berbisnis .

NYSE menyatakan pada Kamis 31 Desember 2020 lalu bahwa mereka akan menghapus China Telecom Corp. Limited, China Mobile Limited, dan China Unicom Hong Kong Limited. Trump meminta kepada investor di AS untuk tak melakukan investasi di perusahaan yang diduga terkait dengan militer China.

Baca Juga: Capai Target, Perusahaan China Hadiahkan 4.116 Mobil untuk Karyawannya 

Larangan investasi akan mulai berlaku pada 11 Januari, hanya beberapa hari sebelum Presiden terpilih Joe Biden akan dilantik. Menurut NYSE, perdagangan ketiga perusahaan tersebut kemungkinan akan dihentikan paling cepat 7 Januari atau paling lambat 11 Januari.

Kementerian perdagangan China mengatakan bahwa AS telah menyalahgunakan keamanan nasional dan menggunakan kekuasaan negara untuk menindak perusahaan China dan mengatakan langkah itu tidak sejalan dengan aturan dan logika pasar.

“Yang tidak hanya merugikan hak-hak sah perusahaan China, tetapi juga juga kepentingan investor di negara lain, termasuk AS, " tulis pernyataan tertulis Kementerian Perdagangan China seperti dilansir dari CNBC, Senin (4/1/2021).

Tak hanya itu, Kemendag China berharap berharap AS dan China akan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan bisnis yang adil, stabil, dan dapat diprediksi untuk perusahaan dan investor, sehingga hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral kembali ke jalurnya.

Seperti diketahui, Trump telah mengejar agenda ekonomi agresif melawan China yang menjadi semakin ketat sejak munculnya Covid-19, yang dengan merendahkan Trump diberi label "virus China", di Wuhan.

Biden diperkirakan tidak akan secara dramatis mengubah hubungan AS-China. DIa mengatakan akan meminta pertanggungjawaban pemerintah China atas pelanggarannya pada perdagangan, teknologi, hak asasi manusia, dan bidang lainnya.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan China pada hari Sabtu. Tim transisi Biden juga tidak menanggapi permintaan komentar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini