Jack Ma Hilang, Waspada Bisnis Alibaba di Indonesia

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 455 2339489 jack-ma-hilang-waspada-bisnis-alibaba-di-indonesia-8qIz4FRxOw.jpg Jack Ma (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bisnis Jack Ma berada di bawah tekanan namun hingga saat ini Jack Ma masih belum muncul ke publik selama berbulan-bulan. Pendiri Alibaba dan Ant Group, Jack Ma, dilaporkan hilang setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat oleh Beijing. Dugaan hilang muncul setelah Jack Ma melontarkan kritik terhadap sistem regulasi keuangan China.

Jack Ma masih belum tampak setelah pemerintah China merilis investigasi persaingan usaha terhadap perusahaannya.

Baca Juga: Jack Ma Hilang, Ahli Fengsui Ramal 2021 Bukan Tahun Baik bagi Pendiri Alibaba

Seperti diketahui, Jack Ma bukanlah orang sembarangan di China. Dia memiliki gurita bisnis yang membuatnya menjadi salah satu tokoh kuat di Negara Tirai Bambu. Alibaba, raksasa bisnisnya bukan hanya sekadar perusahaan e-commerce. Perusahaan ini telah masuk ke berbagai lini bisnis seperti finansial dan logistik. Bahkan jejaknya sudah berada di berbagai negara lain termasuk Indonesia.

Pengamat Pemasaran dari Inventure Yuswohady mengatakan, masalah yang menimpa Alibaba secara manajemen tidak akan terlalu berdampak terhadap investasi yang telah dilakukan di Indonesia. Menurut dia, di bawah kepemimpinan CEO Alibaba Group, Daniel Zhang, bukanlah orang baru bagi raksasa asal China tersebut.

Baca Juga:  Di Mana Jack Ma? Bos Alibaba yang Hilang saat Bisnisnya Ditekan Pemerintah China

"Saya rasa Alibaba sekarang sudah tidak bergantung dengan Jack Ma. Apalagi Jack Ma sudah mempersiapkan sejak lama penerusnya. Dari sisi manajemen, Daniel Zhang ini bertanggung jawab untuk ekspansi investasi ke berbagai belahan dunia. Jadi dia sudah mengerti betul," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Menurut dia, yang menjadi masalah jika nantinya Alibaba disetir oleh negaranya. Hal ini akan memengaruhi arah kebijakan dari Alibaba.

"Sehingga ketika pengaruh pemerintah masuk, maka tentu saja ekspansi ke Indonesia warnanya akan diwarnai oleh kepentingan negara. Misalnya, sektor-sektornya mesti dikaitkan dengan investasi dari China ke sini," ungkapnya.

Dia menambahkan, kepentingan negara dengan kepentingan perusahaan besar harus dipisahkan. "Bahwa ujungnya kebetulan Alibaba ada tokohnya, yaitu Jack Ma. Jadi faktor pemanis tetapi sebenarnya secara mendasar kekuatan korporasi ini makin membahayakan karena dia bisa punya resource yang besar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini