Rahasia Sukses ala Erick Thohir, Jaga Nama Baik Keluarga dan Bangsa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 455 2340095 rahasia-sukses-ala-erick-thohir-jaga-nama-baik-keluarga-dan-bangsa-A2r5xdTrbz.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membongkar rahasia suksesnya dalam berkarier. Dia telah menggeluti dunia profesional selama 30 tahun dan kini mengemban amanah untuk menahkodai Kementerian BUMN dan sejumlah perseroan pelat merah. Kunci penting yang dimaksud adalah menjaga nama baik dan legacy.

Reputasi dan legacy merupakan pesan yang kerap diutarakan Almarhum Muhammad Thohir, Bapak dari Erick, semasa hidupnya. Di mana, legacy, nama baik keluarga dan bangsa adalah hal penting yang harus dilakukan.

Baca Juga: Menerka Rencana Erick Thohir dan Potensi BUMN pada 2021

"Tentu almarhum Bapak saya, Haji Muhammad Thohir selalu menekankan kami sekeluarga agar dapat meninggalkan legacy dan selalu menjaga nama baik keluarga, pribadi dan bangsa," kata dia, Rabu (6/1/2021).

Prinsip yang sama itulah yang ingin dia bangun dan terapkan di lingkungan Kementerian BUMN dan perseroan negara. Di mana, mantan Bos Inter Milan itu akan mendorong agar konsep akhlak yang sudah dirumuskan agar diterapkan oleh seluruh jajaran BUMN, baik tingkat karyawan hingga level direksi emiten. Dengan begitu, harapan aksi korporasi yang ditargetkan bisa tercapai dengan maksimal.

"Sejak mendapat amanah dari Presiden (Jokowi), prinsip itu yang mau saya terapkan pada tim yang saya pimpin. Akhlak yang mau saya benahi pertama kali. Ini merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat," katanya.

Erick menegaskan, BUMN merupakan perpanjangan tangan negara sebagai agen pembangunan. Transformasi kepemimpinan dalam tubuh BUMN tidak mudah, tapi harus dijalankan. Transformasi itu dapat membentuk karakter sehingga bisa terefleksikan dalam kegiatan sehari-hari.

BUMN, kata dia, harus memiliki reputasi yang baik agar perseroan tidak terkungkung di rumah sendiri atau jago kandang. Karena itu, sebelum mengejar target BUMN go global pada 2021 ini, reputasi dan legacy yang ada di dalam konsep Akhlak sudah diimplementasikan semua insan BUMN. "Sebelum ke sana, BUMN harus menjaga reputasi sebagai bagian dari pengelolaan kekayaan negara dan keadilan yang lebih baik untuk semua," kata dia.

Erick menegaskan, kapabilitas harus selaras dengan kompetensi dasar dari pelakunya. Artinya, kapabilitas dan akhlak harus berjalan secara beriringan. Dia mengistilahkan akhlak sebagai core value (nilai utama) yang harus ditanamkan dan diimplementasikan oleh seluruh insan BUMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini